Thursday, 18 October 2018

Sebuah Cerita Anak SMA BAGIAN II


BAGIAN II
AWAL KENAL DENGAN NYA
            Matahari telah terbit, udara dingin disekitar rumah Lia begitu sejuk. Kembali ke sekolah adalah kebiasaan yang membuat hari Lia berwarna. Seperti biasa berangkat pukul 7, berjalan menuju persimpangan dan bertemu teman-temannya Kayra dan Devi. Dengan semangat mereka pergi ke sekolah bersama. Setelah di sekolah mereka pergi ke kelasnya masing-masing “Li ntar istirahat kita ketemu dikantin yahh” “ok,”. Saat melangkah masuk ke kelas Lia menjadi begitu gugup, kelas yang ramai dan sangat berantakan. Bangku tidak berjejer dengan rapi, sampah kertas berserakan membuat Lia tidak nyaman. Lia pun mengambil sapu dan membersihkannya, “Hey, sekalian yahh” Ranti yang sedang duduk di atas meja melempar sampah ke depan Lia. Hampir beres bel masuk pun berbunyi. Tak lama setelah bel Bu Winda masuk kedalam kelas, “Mohon perhatian anak-anak,” serunya dengan wajah kurang senang melihat kelas dengan kursi yang masih kosong. (ada yang terlambat). “Kita kedatangan murid baru hari ini, silahkan masuk”. Langkah kaki yang sangat percaya diri dengan aura yang mempesona,seorang cowo masuk kedalam kelas membuat semua murid lain tertuju padanya. Badan yang tinggi, kulit yang putih, wajah yang sangatt tampan dan mempesona. “wahhh ganteng nya” semua murid cewe mengatakan itu. “silahkan kenalkan dirimu nak” “Hi, nama saya Rendi” itulah nama anak baru di kelas 11 Ipa 3. Perkenalan yang sangat singkat. Rendi duduk di belakang tepatnya di sebelah bangku Sandi.
Setelah Bu Winda keluar semua murid tertuju pada Rendi. Sandi, Ranti dan teman lainnya mendekati Rendi “hey kok bisa seganteng ini sih kamu, kenalkan nama gue Ranti” Ranti, sambil mengulurkan tangan ke Rendi. Tapi Rendi hanya melihatnya dan langsung mengabaikannya. Sikap dingin Rendi membuat semua orang penasaran dengan dia. Dia tampan tapi sikapnya sangat dingin, tak suka bermain dengan banyak orang. Bel istirahat berbunyi semua murid pergi ke kantin terkecuali Rendi dan Lia. Lia tak bisa pergi makan ke kantin karena dia di perintahkan untuk pergi ke ruang Seni. Sebelum pergi, Lia melihat Rendi yang sendirian di kelas dan lia bertanya kepada Rendi “Hey, kamu gk pergi ke kantin?” Rendi hanya melihat dan langsung mengabaikan Lia. Lia pun sedikit heran dengan nya, dan langsung keluar kelas. Setelah selesai mengerjakan tugasnya Lia kembali lagi kekelas, jam istirahatpun hampir selesai. Kelas ramai seperti biasanya tak ada satupun yang memperhtikan Lia, Lia duduk dikursinya dan diatas meja nya ada roti dan susu lagi persisi seperti kemaren, seseorang memberikan nya kepada Lia. Dan diatasnya ada surat kecil yang bertuliskan “Jangan terlalu sibuk, makanlah” entah siapa yang memberikan itu kepada Lia tapi lia sangat berterimakasih padanya melihat sekeliling kelas tak ada yang mencurigakan sama sekali.
Bell pulangpun berbunyi waktunya para murid pulang, sebelum pulang sandi menghampiri Lia “Li lo mau kumpulan ekskul gak, gak usah aja yu gak terlalu penting juga kan” “Emang gua gak akan, gue mau pulang ada urusan keluarga mendadak, tolong izinin gua yah bye” Lia langsung pergi meninggalkan Sandi dikelas. Lia sedikit terburu-buru untuk pulang karena ibu nya menyuruh pulang lebih cepat. “Mah aku pulang” membuka sepatu dan langsung pergi ke kamar untuk mandi dan ganti baju. Setelah itu Lia pergi ke dapur untuk membantu mamah nya masak “Mah emangnya siapa yang akan datang, papah?” Lia bertanya dan sedikit berharap yang datang kali ini adalah ayahnya. Ayah Lia kerja di luar kota dia pulang hanya sebulan sekali atau dua kali kalau tidak sibuk, itu yang membuat Lia selalu khawatir. “Bukan papah yang datang tapi tetangga sebelah yang baru pindah kemaren, katanya mau datang kesini udah aja mamah masakkin, sekalian makan malam” “ooh gitu yahh” Lia tidak begitu semangat Lia tidak begitu suka dengan anaknya pak Herman yang genduk itu karena kejadina kemaren yang cukup menjengkelkan. “kak udah cantikkan aku” adik Lia yang tiba-tiba saja berdandan rapi seakan-akan mau party. “lo mau kemana?” Lia bertanya dan heran melihat adik nya yang berdandan rapi. “iih kakak gimana sih kan mau ada tetangga sebelah yang baru pindah itu looh kak kan anaknya ganteng bangettt, kakak gak tau emang” “Hah ganteng” Lia heran dengan tingkah adik nya yang kaya gitu. “bukannya jelek yahh” didalam hati Lia.
Keluarga Lia yang hanya ada Lia, Mia adiknya dan ibunya Lia menunggu di ruang tamu. Tak lama setelah itu terdengar ketukan pintu “permisi” suara ibu-ibu yang ada didepan pintu rumah Lia. Begitu dibuka ada ibu Mira menantu dari adiknya pak Rt dan dibelakangnya seseorang yang tinggi dengan tubuh ideal dan yang dikatan adiknya Lia dia ganteng dan ternyata iya.....?. Lia kaget dengan kedatangan pria itu, Lia malu dan sedikit menutup mukanya mereka salam dengan Ibu Mira dan ternyata pria yang anaknya tetangga yang baru pindahan itu adalah Rendi anak Ibu Mira dan Alm Pak Martin adik dari pak Rt. Lia begitu kaget melihatnya dia sangka yan kemaren numpang ke kamar mandi itu anak nya adiknya pak rt yang pindahan dan ternyata bukan dia dan yang sebenarnya pindah itu adalah keluarga Alm Pak Martin, adik kedua Pak RT. “Hai” Lia menyapa Rendi dan sedikt canggung. Mereka duduk di meja makan dan berbincang bincang, sebari makan ibu Lia dan Ibu Rendi menunjukan kedekatan mereka. Lia dan Begitu canggung tak ada dari mereka yang memulai pembicaraan. Ibu mereka berdua pergi dari meja mkan dan hanya mereka berdua disana. Tak ada suara diantara mereka, mereka hanya sibuk masing masing dengan handphone ditangan mereka dan sambil memakan buah. Suatu waktu mata mereka bertemu dan “ Hai” Lia memberanikan diri menyapa duluan, Rendi hanya senyum dan menganggutkan kepalanya. Rendi melihat sekeliling nya dan tertuju pada foto. “kamu gak inget aku” Kata Rendi, membuat Lia heran “Inget apa?, oohh inget kok kita kan sekelas, iya kan?” dengan tertawa kecil lia menjawab. Jawaban Lia membuat Rendi tidak begitu senang.

No comments:

Post a Comment

SiteMap : Pengertian, Fungsi dan Cara Membuat Sitemap

Pengertian Sitemap adalah salah satu alat bantu untuk para webmaster yang mempermudah dalam pengenalan peta situs di dalam website. Den...