BAGIAN II
AWAL KENAL DENGAN NYA
Matahari
telah terbit, udara dingin disekitar rumah Lia begitu sejuk. Kembali ke sekolah
adalah kebiasaan yang membuat hari Lia berwarna. Seperti biasa berangkat pukul
7, berjalan menuju persimpangan dan bertemu teman-temannya Kayra dan Devi. Dengan
semangat mereka pergi ke sekolah bersama. Setelah di sekolah mereka pergi ke
kelasnya masing-masing “Li ntar istirahat kita ketemu dikantin yahh” “ok,”.
Saat melangkah masuk ke kelas Lia menjadi begitu gugup, kelas yang ramai dan
sangat berantakan. Bangku tidak berjejer dengan rapi, sampah kertas berserakan
membuat Lia tidak nyaman. Lia pun mengambil sapu dan membersihkannya, “Hey,
sekalian yahh” Ranti yang sedang duduk di atas meja melempar sampah ke depan
Lia. Hampir beres bel masuk pun berbunyi. Tak lama setelah bel Bu Winda masuk
kedalam kelas, “Mohon perhatian anak-anak,” serunya dengan wajah kurang senang
melihat kelas dengan kursi yang masih kosong. (ada yang terlambat). “Kita
kedatangan murid baru hari ini, silahkan masuk”. Langkah kaki yang sangat
percaya diri dengan aura yang mempesona,seorang cowo masuk kedalam kelas
membuat semua murid lain tertuju padanya. Badan yang tinggi, kulit yang putih,
wajah yang sangatt tampan dan mempesona. “wahhh ganteng nya” semua murid cewe
mengatakan itu. “silahkan kenalkan dirimu nak” “Hi, nama saya Rendi” itulah
nama anak baru di kelas 11 Ipa 3. Perkenalan yang sangat singkat. Rendi duduk
di belakang tepatnya di sebelah bangku Sandi.
Setelah
Bu Winda keluar semua murid tertuju pada Rendi. Sandi, Ranti dan teman lainnya
mendekati Rendi “hey kok bisa seganteng ini sih kamu, kenalkan nama gue Ranti”
Ranti, sambil mengulurkan tangan ke Rendi. Tapi Rendi hanya melihatnya dan
langsung mengabaikannya. Sikap dingin Rendi membuat semua orang penasaran
dengan dia. Dia tampan tapi sikapnya sangat dingin, tak suka bermain dengan
banyak orang. Bel istirahat berbunyi semua murid pergi ke kantin terkecuali
Rendi dan Lia. Lia tak bisa pergi makan ke kantin karena dia di perintahkan
untuk pergi ke ruang Seni. Sebelum pergi,
Lia melihat Rendi yang sendirian di kelas dan lia bertanya kepada Rendi “Hey,
kamu gk pergi ke kantin?” Rendi hanya melihat dan langsung mengabaikan Lia. Lia
pun sedikit heran dengan nya, dan langsung keluar kelas. Setelah selesai
mengerjakan tugasnya Lia kembali lagi kekelas, jam istirahatpun hampir selesai.
Kelas ramai seperti biasanya tak ada satupun yang memperhtikan Lia, Lia duduk
dikursinya dan diatas meja nya ada roti dan susu lagi persisi seperti kemaren, seseorang memberikan nya
kepada Lia. Dan diatasnya ada surat kecil yang bertuliskan “Jangan terlalu
sibuk, makanlah” entah siapa yang memberikan itu kepada Lia tapi lia sangat
berterimakasih padanya melihat sekeliling kelas tak ada yang mencurigakan sama
sekali.
Bell
pulangpun berbunyi waktunya para murid pulang, sebelum pulang sandi menghampiri
Lia “Li lo mau kumpulan ekskul gak, gak usah aja yu gak terlalu penting juga
kan” “Emang gua gak akan, gue mau pulang ada urusan keluarga mendadak, tolong
izinin gua yah bye” Lia langsung pergi meninggalkan Sandi dikelas. Lia sedikit
terburu-buru untuk pulang karena ibu nya menyuruh pulang lebih cepat. “Mah aku
pulang” membuka sepatu dan langsung pergi ke kamar untuk mandi dan ganti baju.
Setelah itu Lia pergi ke dapur untuk membantu mamah nya masak “Mah emangnya
siapa yang akan datang, papah?” Lia bertanya dan sedikit berharap yang datang
kali ini adalah ayahnya. Ayah Lia kerja di luar kota dia pulang hanya sebulan
sekali atau dua kali kalau tidak sibuk, itu yang membuat Lia selalu khawatir.
“Bukan papah yang datang tapi tetangga sebelah yang baru pindah kemaren,
katanya mau datang kesini udah aja mamah masakkin, sekalian makan malam” “ooh
gitu yahh” Lia tidak begitu semangat Lia tidak begitu suka dengan anaknya pak
Herman yang genduk itu karena kejadina kemaren yang cukup menjengkelkan. “kak
udah cantikkan aku” adik Lia yang tiba-tiba saja berdandan rapi seakan-akan mau
party. “lo mau kemana?” Lia bertanya dan heran melihat adik nya yang berdandan
rapi. “iih kakak gimana sih kan mau ada tetangga sebelah yang baru pindah itu
looh kak kan anaknya ganteng bangettt, kakak gak tau emang” “Hah ganteng” Lia
heran dengan tingkah adik nya yang kaya gitu. “bukannya jelek yahh” didalam
hati Lia.
Keluarga
Lia yang hanya ada Lia, Mia adiknya dan ibunya Lia menunggu di ruang tamu. Tak
lama setelah itu terdengar ketukan pintu “permisi” suara ibu-ibu yang ada
didepan pintu rumah Lia. Begitu dibuka ada ibu Mira menantu dari adiknya pak Rt
dan dibelakangnya seseorang yang tinggi dengan tubuh ideal dan yang dikatan
adiknya Lia dia ganteng dan ternyata iya.....?. Lia kaget dengan kedatangan pria itu,
Lia malu dan sedikit menutup mukanya mereka salam dengan Ibu Mira dan ternyata
pria yang anaknya tetangga yang baru pindahan itu adalah Rendi anak Ibu Mira
dan Alm Pak Martin adik dari pak Rt. Lia begitu kaget melihatnya dia sangka yan
kemaren numpang ke kamar mandi itu anak nya adiknya pak rt yang pindahan dan
ternyata bukan dia dan yang sebenarnya pindah itu adalah keluarga Alm Pak Martin, adik kedua Pak RT. “Hai”
Lia menyapa Rendi dan sedikt canggung. Mereka duduk di meja makan dan
berbincang bincang, sebari makan ibu Lia dan Ibu Rendi menunjukan kedekatan
mereka. Lia dan Begitu canggung tak ada dari mereka yang memulai pembicaraan.
Ibu mereka berdua pergi dari meja mkan dan hanya mereka berdua disana. Tak ada
suara diantara mereka, mereka hanya sibuk masing masing dengan handphone ditangan
mereka dan sambil memakan buah. Suatu waktu mata mereka bertemu dan “ Hai” Lia
memberanikan diri menyapa duluan, Rendi hanya senyum dan menganggutkan
kepalanya. Rendi melihat sekeliling nya dan tertuju pada foto. “kamu gak inget aku” Kata Rendi, membuat Lia heran “Inget apa?,
oohh inget kok kita kan sekelas, iya kan?” dengan tertawa kecil lia menjawab.
Jawaban Lia membuat Rendi tidak begitu senang.
No comments:
Post a Comment