BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Lebah madu
adalah serangga sosial yang termasuk dalam ordo Hymenoptera yang artinya “sayap
bening”. Dalam ordo ini terdapat 100.000 spesies serangga, termasuk lebah,
tawon, semut dan rayap. Pada kenyataannya, lebah madu merupakan satu ordo
dengan tawon. Lebah madu dapat dibedakan dengan jenis tawon secara mudah
berdasarkan pada anatomi, morfologi, dan perilakunya dalam menemukan pakan
serta jenis pakannya. Tubuh lebah terdiri atas tiga bagian yaitu kepala, dada,
dan perut.
Jumlah koloni
lebah madu dalam satu sarang dapat mencapai 100.000 ekor. Jumlah populasi lebah
madu di dalam satu sarang tergantung pada kualitas dan potensi lebah madu ratu
dalam mengontrol lebah pekerja.
Famili Apidae
merupakan jenis lebah penghasil madu sejati. Yang paling produktif adalah lebah
madu genus Apis. Seperti Apis melifera, Apis indica, Apis cerena, Apis dorsata,
Apis unicolor. Namun yang disarankan jika untuk diternakkan adalah Apis
melifera karena spesies ini lebih jinak sehingga tidak membahayakan.
Salah satu
syarat hidup lebah adalah adanya tanaman. Secara umum lebah bisa hidup di
seluruh belahan bumi, kecuali di daerah kutub. Hal ini disebabkan di daerah
kutub tidak ada tanaman yang menjadi sumber pakan lebah. Di daerah tropis lebah
dapat berkembang biak dengan baik dan produktif sepanjang tahun karena tumbuhan
sebagai sumber pakan tersedia terus. Di daerah sub tropis lebah tidak produktif
pada musim dingin.
Selain itu
lebah termasuk hewan yang mengalami siklus hidup atau bermetamorfosis lengkap
("holometabola") sehingga terdapat empat tahap bentuk kehidupan yaitu
telur, larva, pupa, kemudian imago (lebah dewasa).
Lebah sangat
berperan penting didalam kehidupan bahkan dapat ditinjau berdasarkan perspektif
Islam, didalam Al-Qur’an terdapat Surah an-Nahl dimana yang artinya adalah
lebah. Lebah memiliki banyak manfaat untuk tumbuhan, manusia, hewan lainnya,
dan racun lebah bisa dijadikan untuk obat.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana klasifikasi
dari lebah madu?
2. Bagaimanakah
karakteristik pada lebah madu?
3. Bagaimana struktur
morfologi dan anatomi dari lebah madu?
4. Dimanakah habitat
dari lebah madu?
5. Bagaimana siklus
hidup dari lebah madu?
6. Bagaimana peranan dan
tinjauan lebah madu dalam perspektif Islam ?
C. Tujuan Makalah
1. Untuk mengetahui
klasifikasi dari lebah madu
2. Untuk mengetahui
karakteristik dari lebah madu
3. Untuk mengetahui
struktur morfologi dan anatomi dari lebah madu
4. Untuk mengetahui
habitat dari lebah madu
5. Untuk mengetahui
siklus hidup dari lebah madu
6. Untuk mengetahui
peranan dan tinjauan lebah madu dalam perspektif Islam
BAB II
PEMBAHASAN
A. Klasifikasi Lebah Madu
Lebah madu
adalah serangga sosial yang termasuk dalam ordo Hymenoptera yang artinya “sayap
bening”. Dalam ordo ini terdapat 100.000 spesies serangga, termasuk lebah,
tawon, semut dan rayap. Pada kenyataannya, lebah madu merupakan satu ordo
dengan tawon. Lebah madu dapat dibedakan dengan jenis tawon secara mudah berdasarkan
pada anatomi, morfologi, dan perilakunya dalam menemukan pakan serta jenis
pakannya. Tubuh lebah terdiri atas tiga bagian yaitu kepala, dada, dan perut.
Lebah dapat
dibedakan menjadi dua macam, yaitu yang hidup soliter dan hidup berkoloni.
Lebah soliter jenisnya lebih banyak dan tidak produktif sehingga tidak
dibudidayakan. Sedangkan lebah berkoloni adalah lebah yang hidup bersama-sama
dalam suatu kelompok besar dan membentuk suatu masyarakat yang tidak dapat
dipisahkan. Lebah berkoloni mempunyai klasifikasi sebagai berikut:
Kingdom : Animalia
Filum :
Arthropoda
Kelas : Insecta
Ordo :
Hymenoptera
Familia : Apidae
Genus : Apis
Spesies : Apis
melifera
Famili Apidae merupakan
jenis lebah penghasil madu sejati. Yang paling produktif adalah lebah madu
genus Apis. Seperti Apis melifera, Apis indica, Apis cerena, Apis dorsata, Apis
unicolor. Namun yang disarankan jika untuk diternakkan adalah Apis melifera
karena spesies ini lebih jinak sehingga tidak membahayakan.
B. Karakteristik Lebah
Madu
Lebah madu
merupakan sekelompok serangga yang hidupnya berkoloni, sedangkan untuk jumlah
koloni lebah madu dalam satu sarang dapat mencapai 100.000 ekor. Jumlah
populasi lebah madu di dalam satu sarang tergantung pada kualitas dan potensi
lebah madu ratu dalam mengontrol lebah pekerja.
Berdasarkan hal
tersebut setiap koloni mempunyai tiga kasta, setiap kastanya memiliki tugas
masing-masing, yaitu:
1. Lebah ratu, berjenis
kelamin betina merupakan induk semua lebah dalam satu koloni dalam satu koloni
hanya satu ekor lebah ratu.
2. Lebah betina,
dikenal sebagai lebah pekerja jumlah lebah pekerja bisa mencapai puluhan ribu,
30.000 ekor lebah dan yang bibit unggul bisa mencapai sampai 60.000 ekor lebah.
3. Lebah jantan,
jumlahnya hanya ratusan ekor lebah.
Adapun tugas-tugas setiap kasta diantaranya lebah ratu, lebah
pekerja, dan lebah jantan adalah :
1. Lebah Ratu
Tugas lebah
ratu adalah bertelur selama hidupya, berjenis kelamin betina, perkawinan ratu
lebah ini hanya sekali seumur hidup, perkawinan dilakukan dengan cara terbang
tinggi diangkasa pada cuaca cerah dan pejantan yang bisa mengejarnya akan dapat
mengawini sang ratu lebah, pejantan yang berbahagia itu tidak lama akan mati
karena testisnya lepas dan tertanam pada ovarium ratu lebah. Lebah ratu yang
aktif mampu bertelur kira-kira 2.000 butir telur sehari. Makanan ratu merupakan
sari madu (royal jelly), harapan hidup lebah ratu ialah tiga tahun.
2. Lebah Pekerja
Berjenis
kelamin betina tugasnya adalah mengumpulkan serbuk sari dan nektar. Madu
merupakan produk hasil pengolahan makanan nektar yang dimuntahkan kembali dari
dalam tubuhnya dan disimpan dalam sarang lebah untuk makanan cadangan, makanan madu
ini juga untuk larva dan pupa. Ada juga lebah betina yang bertugas membersihkan
sarang dan merawat telur dan anak-anak lebah. Harapan hidup lebah pekerja ialah
tiga bulan atau lebih sedikit makanan utama lebah pekerja ini adalah madu.
Lebah pekerja
terbentuk dari telur yang terbuahi dari sperma yang tersimpan dalam ovarium
yang jumlahnya mencapai jutaan sperma, jenis kelaminnya sama dengan ratu lebah
bedanya lebah pekerja ini dari mulai telur menetes menjadi larva dan
setererusnya makanannya madu biasa sedangkan ratu lebah mulai dari telur
menetas menjadi larva sampai akhir hayat makanannya sari madu (royal jelly).
Apabila
kesuburan reproduksi telur sudah berkurang atau usia ratu sudah tua maka secara
naluri lebah pekerja mengadakan regenerasi pembentukan koloni baru dan mencari
telur-telur yang terbaik, jika sudah menetas menjadi larva diberi makan sari
madu (royal jelly) atau ada yang menyebutnya susu ratu kerena warnanya putih
seperti warna susu jumlahnya biasanya lebih dari satu calon ratu, sarangnya
paling besar dan paling menonjol lebih panjang dari sarang lebah pekerja,
terletak paling bawah sarang.
Lebah pekerja
bisa bertelur dan telurnya dapat menetas jika koloni lebah kehilangan ratunya
maka secara alami sesuai naluri lebah betina akan bertelur dan yang lahir dari
telur lebah pekerja ini semuanya berjenis kelamin jantan karena dari telur yang
tak terbuahi, lebah pekerja tidak pernah dikawini oleh lebah jantan.
3. Lebah Jantan
Lebah jantan
tugasnya adalah mengawini lebah ratu muda yang masih perawan jika akan
membentuk koloni baru dan akan mati setelah kawin. Lebah jantan merupakan lebah
dari telur tak terbuahi yang diberi makanan nektar dan madu biasa (bukan
"royal jelly"). Jumlah lebah jantan ini jumlahnya hanya ratusan.
C. Morfologi dan Anatomi
Lebah Madu
a. Morfologi Lebah Madu
Tubuh lebah
madu terdiri dari tiga bagian utama, yaitu kepala (caput), dada (thorax) dan
perut (abdomen). Seperti halnya insekta lebah tidak mempunyai kerangka internal
tempat otot bertaut, tetapi sebagai penggantinya adalah penutup tubuh eksternal
yang mengandung Chitin dan menutupi organ dalam.
b. Anatomi Lebah Madu
Anatomi lebah madu dalam hal ini meliputi: 
1. Sistem pencernaan
Mulut, osefagus, kantong madu, proventriculus, ventriculus, usus
halus, usus besar, colon dan rectum.
2. Sistem penginderaan
Indera penglihat, indera pencium, indera peraba
3. Sistem reproduksi
Organ
reproduksi yang berkembang sempurna pada lebah hanya pada lebah jantan dan
ratu. Seekor lebah ratu dewasa yang produktif dapat menelurkan 1000-2000 sel
telur per hari.
Anatomi dan fisiologi lebah madu
Anatomi lebah madu
tersusun dari beberapa fungsi struktur. Lebah madu adalah serangga sosial yang
termasuk dalam ordo Hymenoptera yang artinya “sayap bening”.Dalam ordo ini
terdapat 100.000 species serangga, termasuk lebah, tawon, semut dan rayap. Pada
kenyataannya, lebah madu merupakan satu ordo dengan tawon.Lebah madu dapat
dibedakan dengan jenis tawon secara mudah berdasarkan pada anatomi, fisiologi,
dan perilakunya dalam menemukan pakan serta jenis pakannya. Tubuh lebah terdiri
atas tiga bagian yaitu kepala, dada, dan perut.
Pada bagian
kepala terdapat sepasang mata majemuk sebagai alat penglihatan
yang mampu melihat bentuk dan warna benda. Mata lebah mampu membedakan warna
ultraviolet, biru, hijau muda, dan kuning. Mata bagi lebah sangat penting
kegunaannya. Lebah mempunyai tipe alat mulut penggigit-pengisap berfungsi
sebagai gigi, digunakan untuk membuat sarang dan pertahanan diri, dan terdapat
glossa pada bagian tengah untuk mengisap cairan makanan dan memberi makan larva
(Suputa, Arminudin, 2007).
Pada bagian kepala
terdapat antena yang berfungsi sebagai indera perasa dan peraba. Antena sangat
penting bagi lebah madu sehubungan dengan pencarian pakan dan komunikasi,
khususnya dalam menginterpretasikan tarian lebah yang dilakukan oleh lebah yang
telah mendapat pakan.
Dada lebah merupakan bagian tubuh yang penting sebagai tempat melekatnya alat
gerak (organ penggerak), yaitu sayap dan kaki. Lebah memiliki dua pasang sayap,
sayap depan lebih lebar daripada sayap belakang. Lebah dapat terbang pada jarak
yang sangat jauh menggunakan sayap, gerakan sayap dibantu otot-otot dada,
sehingga sayap bergerak ke atas dan ke bawah. Polen dikumpulkan oleh lebah
dengan menggunakan rambut-rambut yang ada pada kakinya kemudian dimasukkan ke
dalam alat mulutnya.
Pada bagian
perut lebah madu betina terdapat sengat, tetapi pada lebah jantan
dan ratu tidak ada.Sengat tersebut merupakan bentuk perubahan dari alat peletak
telur (Suputa, dosen fakultas pertanian UGM). Sengat lebah digunakan untuk alat
pertahanan diri. Lebah madu termasuk serangga yang hidup berkoloni, terdiri
atas tiga anggota masyarakat lebah madu yaitu ratu, lebah jantan, dan lebah
betina (pekerja). Jumlah ratu dalam satu koloni satu ekor, lebah jantan
berjumlah ratusan, dan lebah betina berjumlah ribuan.
D. Habitat Lebah Madu
Salah satu
syarat hidup lebah adalah adanya tanaman. Secara umum lebah bisa hidup di
seluruh belahan bumi, kecuali di daerah kutub. Hal ini disebabkan di daerah
kutub tidak ada tanaman yang menjadi sumber pakan lebah. Di daerah tropis lebah
dapat berkembang biak dengan baik dan produktif sepanjang tahun karena tumbuhan
sebagai sumber pakan tersedia terus. Di daerah sub tropis lebah tidak produktif
pada musim dingin.
Sedangkan, di
alam bebas lebah membuat sarangnya di gua-gua termasuk di tebing-tebingnya. Di
hutan lebah membuat sarangnya di pohon kayu. Sarangnya dibangun dari propolis
(perekat dari getah pohon) dan malam yang diproduksi oleh kelenjar-kelelenjar
lebah betina yang masih muda terdapat dalam badannya. Sementara di daerah
peternakan lebah tinggal didalam tempat yang sudah disediakan namanya stup.
E. Siklus Hidup Lebah
Madu
Lebah menjalani
metamorfosis lengkap ("holometabola") sehingga terdapat empat tahap
bentuk kehidupan:
1. Fase Telur (3 hari)
Sang ratu
meletakkan sebutir telur di bagian dasar tiap-tiap sel. Posisi telur berada di
tengah sel de-ngan salah satu ujungnya melekat pada dasar sel
2. Fase Larva (bentuk
ulat - 6 hari)
Ketika larva
menetas dari telur, selama 3 hari larva tersebut diberikan royal jelly yang
diproduksi dari kelenjar yang terdapat di kepala lebah perawat
3. Fase Pupa (kepompong
– 12 hari)
Sel-sel setiap
larva tersebut kemudian ditutup dengan lilin selama 12 hari. Setelah 21 hari,
lebah pekerja dewasa akan menetas.
4. Imago (lebah dewasa –
21 hari)
Terakhir adalah
fase pupa dimana setelah 21 hari kepompong tersebut akan menetas kemudian
jadilah lebah dewasa yang biasa disebut dengan imago.
Telur yang menetas akan
menjadi larva. Seperti yang ada pada gambar disamping dijelaskan bahwa pada
tahapan ini, lebah pekerja akan memberi larva makanan berupa serbuk sari,
nektar, serta madu. Sebagian nektar yang dikumpulkan oleh lebah pekerja
disimpan sebagai madu. Setelah beberapa hari, larva berganti menjadi pupa dan
seterusnya menjadi anak lebah.
Adapun siklus
hidup dari lebah madu berdasarkan masing-masing lebah diantaranya lebah ratu,
lebah jantan, dan lebah pekerja dapat dilihat pada table dibawah ini :
Tabel 1. Siklus hidup lebah madu
|
Hari ke/ Umur
|
Lebah Ratu
|
Lebah Jantan
|
Lebah Pekerja
|
|
1 hari
7 hari
10 hari
16 hari
21 hari
24 hari
Umur
|
Telur
Larva
Pupa I
Lahir
Kawin
Bertelur
5 tahun
|
Telur
Larva
Pupa I
Pupa II
Pupa III
Lahir
1,5 tahun
|
Telur
Larva
Pupa I
Pupa II
Lahir
Perawat/pekerja di dalam sarang
2,5 bulan
|
Lebah madu merupakan hewan yang
hidup berkoloni, dari hal itu lebah madu memiliki organisasi didalam
kehidupannya, antara lain:
a. Lebah Jantan
1. Lebah jantan
berpantat tumpul dan tidak bersengat.
2. Warna tubuhnya hitam.
3. Panjangnya 1,3 cm.
4. Tugasnya mengawini
lebah ratu.
b. Lebah Pekerja
1. Lebah pekerja
berpantat runcing dan bersengat.
2. Warna tubuhnya hitam
dengan strip kuning.
3. Panjangnya 1,1 cm.
4. Tugasnya tergantung
dari tingkatan umurnya, dari muda sampai tua, yaitu sebagai perawat, penghubung
di dalam sarang, penjaga sarang, perintis atau pencari tempat yang menghasilkan
pakan (bunga), pencari pakan, dan pembuat sarang.
5. Dalam mengumpulkan
pakan, lebah ini hanya menempuh jarak 600-700 m dari sarangnya.
6. Kegiatannya berhenti setelah pukul 15.00.
c. Lebah Ratu
1. Lebah ratu berbadan
panjang dan besar.
2. Berpantat runcing dan
bersengat.
3. Berwarna kelabu
sampai hitam.
4. Panjangnya 1,5 cm.
5. Lebah ini merupakan
lebah betina sempurna.
6. Tugasnya bertelur.
7. Setelah kawin satu
kali, segera masuk kesarang dan bertelur seumur hidup.
F. Peranan dan Tinjauan
Lebah Madu dalam Perspektif Islam
a. Peranan Lebah Madu
1. Lebah di alam
berfungsi penting sebagai serangga penyerbuk utama. Kesukaannya akan nektar dan
serbuk sari membantu tumbuhan untuk terjadinya penyerbukan silang dan
penyebaran serbuk sari. Dalam penyerbukan buatan tanaman tertentu, lebah
dipelihara dalam kurungan berisi tumbuhan yang akan disilangkan.
2. Madu yang dihasilkan
lebah disukai oleh banyak hewan, khususnya beruang.
3. Manusia juga
memanfaatkan madu sebagai makanan serta obat. Pemeliharaan lebah untuk diambil
madunya telah dilakukan manusia sejak lama. Ilmu tentang lebah dan pemeliharaannya
dikenal sebagai apiari. Usaha peternakan lebah juga disebut dengan nama
tersebut.
4. Beberapa jenis lebah
memiliki sengat yang sebetulnya bersifat fatal bagi dirinya jika digunakan
untuk menyengat yang berakibat kematiannya karena sengat dan kantong
kelenjarnya akan terlepas dan tertancap pada sasaran. Sengat ini dimanfaatkan
manusia dalam pengobatan serupa akupunktur yang dinamakan terapi lebah
(apitherapy).
5. Peternakan lebah
modern bisa menghasilkan racun lebah yang keluar dari sengat lebah pekerja
tanpa akibat matinya lebah, caranya dengan memasang jebakan dipintu masuk
sarang lebah yaitu dipasang arus listrik yang cukup untuk membuat terkejut
lebah, dari terkejutnya lebah itu secara tak disadari racun lebah keluar dari
sengatnya dan hasilnya ditampung untuk ramuan obat-obatan.
6. Di beberapa tempat di
Indonesia larva dan pupa lebah dijadikan makanan (misalnya sebagai botok
lebah).
b. Tinjauan Lebah Madu
Berdasarkan Perspektif Islam
Lebah madu telah di kenal oleh manusia sejak zaman budaya-budaya
kuno beberapa ribu tahun yang lalu. Al Qur'an menempatkan secara istimewa lebah
madu menjadi sebuah judul yaitu An Nahl (Lebah Madu). Seperti yang dijelaskan
Firman Allah dalam Qur’an Surah An Nahl ayat 68-69 tertulis:
Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: Buatlah sarang-sarang di
bukit-bukit, di pohon-pohon kayu dan di tempat-tempat yang dibuat oleh manusia.
Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah
jalan Tuhanmu yang telah di mudahkan. Kemudian dari perut lebah itu keluar
minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang
menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda
(kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang berpikir.
Adapun beberapa manfaat yang dihasilkan lebah untuk dikonsumsi
manusia, hal ini terdapat pada Qur’an Surah an-Nahl ayat 5, yaitu:
Dan Dia telah menciptakan binatang ternak untuk kamu; padanya ada
(bulu) yang menghangatkan dan berbagai-bagai manfaat, dan sebahagiannya kamu
makan.
Ayat ini menjelaskan bahwa Allah telah menciptakan hewan ternak
berupa hewan lebah dimana pada lebah tersebut akan menghasilkan beberapa
manfaat lainnya.
Tidak diragukan lagi, Allah, Dia-lah yang menjadikan masing-masing
dari puluhan ribu lebah tersebut bekerja harmonis tanpa henti, layaknya
roda-roda gigi dalam sebuah mesin. Dalam sebuah ayat, Allah mengingatkan
manusia tentang segala nikmat yang Allah berikan kepada manusia melalui hewan
ciptaan-Nya yang terdapat pada Qur’an Surah Yaasiin Ayat 72-73, yaitu:
“Dan Kami tundukkan binatang–binatang itu untuk mereka; maka
sebahagiannya menjadi tunggangan mereka dan sebahagiannya mereka makan”.
“Dan mereka memperoleh padanya manfaat–manfaat dan minuman. Maka
mengapakah mereka tidak bersyukur?”
Kedua ayat tersebut merupakan peringatan dari Allah, agar manusia
dapat mensyukuri segala nikmat yang telah Allah berikan, misalnya dari hewan
ini. Meskipun hewan ini tergolong hewan yang ukurannya cukup kecil tetapi hewan
ini mampu bekerja dengan tugas masing-masing. Rata-rata, sekitar 60-70 ribu
lebah hidup dalam sebuah sarang. Walaupun populasi yang demikian padat, lebah
mampu melakukan pekerjaannya secara terencana dan teratur rapi.
Tidak ada keraguan, tidaklah mungkin lebah itu sendiri yang
melakukan perhitungan berdasarkan kecerdasannya sendiri. Begitulah, ini adalah
bukti nyata bahwa setiap fase dalam hidupnya, lebah tunduk pada hikmah dan
kekuasaan pencipt-Nya. Lebah menjalani setiap saat dalam hidupnya dengan ilham
yang diberikan oleh Allah, Pencipta Yang Mahakuasa.
c. Keajaiban Lebah
menurut Al-Qur’an
1. Dari keragaman
spesies dan habitatnya
Lebah madu terdiri dari beberapa spesies dengan ciri fisik dan
“tempat mangkal” yang saling berbeda: ada Apis dorsata atau lebah hutan, yang
di sunda disebut odeng, dengan daerah penyebaran disekitar wilayah sub-tropis
dan tropis Asia seperti Indonesia (dari Sumatra sampai papua), Filiphina dan
sekitarnya. Selain itu, Apis laboriosa yang bisa dijumpai didaerah pegunungan
Himalaya.
2. Dari sifat
polimorfofisme yang betul-betul bhineka.
Setiap anggota koloni memiliki keunikan antomis, fisiologis, dan
fungsi biologis yang sangat berbeda. Selain ada betina yang kelak menjadi ratu
(queen) dan jantan (drone), ada juga kelompok lebah pekerja (worker bees), yang
sebenarnya adalah betina namun organ reproduksinya tidak berkembang sempurna.
“Pencetakan” jenis kelamin ini sendiri telah disadari jauh-jauh hari, bahkan
sejak masih dalam fase awal telur. Setelah kawin, lebah ratu akan mengelilingi
sarang untuk mencari sel-sel yang masih kosong. Untuk mengeluarkan sebutir
telur, diperlukan waktu 0,5 menit. Setelah mengeluarkan 30 butir, sang ratu
akan istirahat 6 detik untuk makan-diletakkannya didasar sel. Telur calon lebah
pekerja disimpannya dibagian sel berukuran kecil, tutup yang rata, dan paling
banyak jumlahnya. Sementara telur calon lebih jantan ditempatkan di sel yang
ukurannya agak lebih besar, dengan tutup menonjol serta terdapat titik hitam
ditengahnya. Ada pun telur calon ratu ditempatkan di sel paling besar, tak
teratur dan biasanya terletak dipinggir sarang
3. Dari sisi tatanan
kehidupannya
Lebah merupakan insektisida sosial yang senantiasa hidup gotong
royong dan saling ketergantungan. Pembagian tugas dan organisasinya sangat
teratur, tertib, dan disiplin atas kesadaran diri untuk mencapai prestasi
seoptimal mungkin sehingga kelangsungan dan kesanggupan membentuk koloni sangat
kuat. Disamping ada tugas individual, ada juga tugas lain yang di embang secara
bersama-sama, yaitu menjaga sarang dari serangan musuh.
4. Mengonsumsi makan yang baik, menghasilkan
yang kalah baiknya
Hampir semua tanaman berbunga merupakan ladang bagi lebah. Dari
sana hewan ini mengambil nectar, sebuk sari (pollen) dan air. Nectur adalah
suatu senyawa kompleks yang dihasilkan kelenjar nectecfier tanaman dalam bentuk
larutan dengan konsentrasi gula bervariasi, mulai 5% sampai 70% atau lebih.
Satu koloni lebah madu membutuhkan sekitar 50kg tepung sari pertahun. Sekitar
separuh dari tepung sari tersebut digunakan untuk makanan larva. Adapun unsur
yang dihasilkan, selain madu, yang dipercaya bisa dijadikan makanan dan obar
bagi sekian banyak penyakit, terdapat pula royal helly, bee pollen, lem atau
propolis, lilin lebah atau malam (besswax), serta racun lebah (bee venom atau
apitoxin)
5. Pekerja keras
Lebah pencari pakan merupakan lebah pekerja “paling senior”
sekaligus tergesit, dengan kecepatan terbang mencapai 65Km perjam, bisa
menempuh jarak 46Km nonstop. Bila sedang membawa nektar, kecepatannya tinggal
30Km perjam dengan kecepatan getaran sayap sebanyak 250kali perdetik. Untuk
mengampulkan 1kg madu, seekor lebah harus mengadakan perjalanan 90.000-180.000
kali dan mengunjungi banyak bunga sebelum pulang ke sarang. Ini berarti, jika
setiap perjalan menemuh jarak 3Km pulang pergi, seekor lebah menempuh jarak 3x
(90.000 – 180.000) km untuk menunaikan tugasnya itu.
6. Cara komunikasi yang
khas
Selain melalui feromon senyawa kimia yang dihasilkan dari kelenjar
hipofarink ratu lebah yang berfungsi mengatur aktifitas lebah-lebah pekerja,
lebah utamanya dilakukan lebah pekerja mampu berkomunikasi lewat tarian.Saat
seekor lebah pemandu (scout) mendapat sari bung, ia akan melakukan gerakan
dalam tarian seperti mengibaskan perut ditengah kerumunan lebah lainnya. Lewat
isyarat itu, lebah-lebah pekerja lain dapat mengetahui posisi sumber makanan
dimaksud tanpa kesulitan.
7. Arsitek cermat
Lebah membangun sarangnya dalam bentuk sel-sel heksagonal (segi
enam). Disamping sebagai bentuk “gudang” paling efektif untuk menyimpan madu,
mesti diakui, bentuk ini pun dapat memerangkap lebah banyak oksigen dan unsur
lainnya yang mereka perlukan dibanding bentuk geometris lain, semisal lingkaran
atau segi empat. Pembangunan sarang itu sendiri dimulai dari sudut-sudut yang
berbeda hingga akhirnya bertemu secara tepat ditengah.
8. Tidak mengganggu
kecuali diganggu
Lebah kecuali yang jantan dibekali senjata andalan berupa sengat
berduri, dengan racun didalamnya. Bagi yang dipersensitif, setiap sengatan
dapat menyebabkan reaksi serius. Walau bagi yang tidak hipersensitif, tidak
akan menimbulkan damak apa-apa. Beruntung lebah jarang menggunakannya untuk
menggangu. Baginya, senjata tersebut berfungsi sebagai alat untuk
mempertahankan diri manakala diusik. (Kurniawan, 2013)
Seperti yang telah dijelaskan didalam qur’an surah an-Nahl ayat
68-69 bahwasannya Allah itu telah menciptakan makhluk hidup dengan berbagai
jenis dan pemanfaatannya. Contohnya adalah serangga kecil ini atau lebah madu,
lebah ini mampu menghasilkan madu dalam jumlah yang jauh lebih banyak daripada
kebutuhan lebah. Ini mengisyaratkan bahwa minuman berkhasiat obat ini
diciptakan agar bermanfaat bagi manusia. Selain itu, lebah adalah salah satu
hewan yang hidup berkoloni. Di dalam sarang, lebah memiliki kehidupan yang luar
biasa.
Rancangan segi enam dari petak-petak sarang lebah memungkinkan
penyimpanan madu dalam jumlah terbanyak dengan bahan baku pembuatan sarang,
yakni lilin, dalam jumlah paling sedikit. Lebah hanyalah serangga berukuran 1-2
cm dan ia melakukan perhitungan itu dengan apa yang telah diilhamkan Tuhannya.
G. Manfaat
Lebah Bagi Manusia
Manfaat lebah lebah merupakan salah satu jenis
serangga yang hidup secara berkelompok atau koloni. Serangga yang termasuk
dalam keluarga apidae ini dapat ditemukan hampir disemua benua, kecuali antartika.
Lebah
tinggal di sarang-sarang yang biasanya bisa kita jumpai di bukit-bukit, di
pohon, maupun di atap rumah penduduk. Makanan lebah berasal dari nektar (madu)
maupun serbuk sari bunga.
Dalam
sebuah koloni lebah biasanya terdiri dari 3 kelompok utama yaitu:
Ratu
lebah, merupakan induk dari semua lebah. Dimana dalam satu koloni hanya
terdapat 1 ratu lebah yang berjenis kelamin betina. Tugas dari ratu lebah
adalah bertelur sepanjang hidupnya. Dimana dalam sehari ia bisa menghasilkan
telur hingga 2000 butir.
Lebah
betina, merupakan komunitas terbesar dalam suatu koloni lebah. Jumlahnya bisa
mencapai puluhan ribu ekor. Tugas dari lebah betina ini adalah mengumpulkan
nektar maupun serbuk sari bunga yang nantinya akan diubah menjadi madu.
Lebah
jantan, dalam sebuah koloni hanya terdapat ratusan ekor saja. Tugas lebah
jantan adalah mengawini ratu lebah untuk membentuk koloni baru.
Adapun
siklus hidup dari lebah adalah telur lebah yang menetas akan berubah menjadi
larva yang nantinya akan makan dari sebagian nektar maupun serbuk sari yang
telah dikumpulkan oleh lebah betina (lebah pekerja). Setelah beberapa hari
larva-larva tersebut akan berubah menjadi pupa (kepompong) yang selanjutnya
akan menjadi anakan lebah.
Manfaat
lebah dapat memberikan berbagai macam manfaat diantaranya adalah:
A.
Sarang lebah
Sarang
lebah atau yang biasa disebut dengan propolis merupakan resin yang dikumpulkna
oleh para lebah dari kulit pepohonan yang nantinya akan digunakan sebagai
penutup lubang-lubang pada sarang mereka. Propolis sendiri merupakan
bahan-bahan yang lengket dari tumbuh-tumbuhan.
Kandungan
dari propolis sendiri antara lain adalah protein, vitamin A, B kompleks, C,D,E, Biotin, maupun
Bioflavanoid. Hal tersebut menjadikan sarang lebah sangat baik untuk
dikonsumsi. Adapun beberapa manfaat yang bisa kita peroleh dari mengkonsumsi
sarang lebah antara lain adalah:
1. Anti jamur, Virus, maupun Bakteri Dalam Tubuh
Kandungan
bioflavonoid dalam sarang lebah dapat membantu tubuh untuk menangkal
pertumbuhan mikroorganisme seperti virus, jamur, maupun bakteri yang berbahaya
bagi tubuh. Kandungan tersebut sangat sensitive terhadap beberapa jenis virus
seperti Staphyyococcus, Streptococcus, E. Coli, virus influenza, Herpes,
H.Pilori, serta Salmonella typhosa.
2. Sebagai Sumber Antioksidan alam.
Sarang
lebah juga bertindak sebagai antioksidan alami yang dapat membantu tubuh dalam
melawan serta menetralkan radikal bebas yang dapat menimbulkan beberapa
gangguan kesehatan seperti tumor, kanker, penyakit jantung, stroke,
atherosclerosis dan berbagai jenis penyakit lainnya.
3. Dapat Meningkatkan Sistem Immune
Kandungan
biovlafonoid dalam sarang lebah mampu meningkatkan aktivitas sistem imuune
dalam tubuh sehingga mampu menangkal berbagai penyakit yang diakibatkan oleh
bakteri, virus, maupun mikroorganisme lainnya, seperti cirrhosis hepatitis,
diabetes, gangguan saluran pernafasan, dan lain sebagainya.
4. Sebagai Antiperadangan
Mengkonsumsi
sarang lebah (propolis) dapat membantu menghambat pengeluaran hormone yang
dapat menyebabkan reaksi terhadap peradangan atau yang biasa disebut sebagai
prostaglandine. Sehingga sangat baik dikonsumsi bagi penderita rheumatoid
arthritis seperti radang sendi maupun asam urat, penyakit nefritis, dan
berbagai jenis penyakit lainnya.
5.
Menjaga Kesehatan Sistem Pencernakan
Manfaat
lebah lainnya adalah terdapat kandungan nutrisi yang terdapat dalam sarang
lebah dipercaya mampu menangkal pertumbuhan bakteri helicobakter pylory yang
merupakan bakteri penyebab timbulnya peradangan lapisan lambung seperti maag,
ulcus lambung, dan lain sebagainya.
6.
Mempercepat Proses Penyembuhan Luka
Kandungan
vitamin C yang terdapat dalam sarang lebah dapat membantu proses pertumbuhan
jaringan baru dalam tubuh, sehingga sangat baik jika dalam proses perawatan
maupun penyembuhan luka.
7.
Penangkal Stress
Kandungan
nutrisi dalam sarang lebah juga sangat baik untuk membantu menekan saraf-saraf
pada otak sehingga dapat membuat pikiran menjadi lebih rileks, tenang, eserta
dapat menekan rasa takut.
B.
Lebah
Selain
sebagai penghasil madu yang mempunyai berbagai macam kahsaiat, lebah juga
memiliki fungsi atau manfaat lainnya seperti:
8. Membantu Proses Penyerbukan pada Tanaman
Proses
penyerbukan merupakan salah satu bagian terpenting pada proses reproduksi
tumbuh-tumbuhan berbiji. Dimana penyerbukan adalah proses dimana serbuk sari
jatuh pada permukaan putik yang dapat menghasilkan buluh serbu yang nantinya
akan membantu pada proses pembuahan. Peranan lebah dalam proses ini adalah
dengan membantu menyebarkan serbuk sari pada bunga-bunga tersebut.
9. Sebagai Terapi Kesehatan
Manfaat
lebah juga dapat memberikan efek pengobatan melalui sengatannya. Racun yang
dihasilkan dari sengatan tersebut dapat diberikan sebagai terapi untuk berbagai
jenis penyakit seperti rheumatoid arthritis, nyeri saraf (neuralgia), multiple
sclerosis (MS), mengurangi reaksi terhadap sengatan lebah pada orang yang
alergi (desensitisasi), pembengkakan pada tendon (tendonitis),
serta kondisi otot seperti fibromyositis dan enthesitis.
Selain
mengobati beberapa penyakit diatas, terapi sengatan lebah juga dapat membantu
dalam pengobatan penyakit HIV AIDS. Cara kerja sengatan ini antara lain adalah
dengan cara memecah cangkang virus penyebab penyakit lalu membunuh atau
menghancurkan virus tersebut.
C.
Madu
Manfaat
lebah lainnya ada pada madu merupakan salah satu bentuk yang dihasilkan oleh
lebah. Kandungan nutrisi yang terkandung didalamnya telah banyak membawa
manfaat sejak berabad-abad lamanya. Adapun manfaat madu tersebut antara lian
adalah.
10. Sebagai Anti-alergi
Menurut
Dr. Matthew Brennecke, seorang dokter
naturopati di Fort Collins, Colorado menyatakan bahwa madu merupakan vaksin
alami yang dapat memicu respon immune yang dapat menghasilkan antibodi untuk
menangkal terjadinya alergi dalam tubuh. Selain itu, efek anti-inflamasi yang
terdapat dalam madu juga memiliki kemampuan untuk menenangkan batuk serta dapat
mengurangi gejala alergi musiman.
11. Sebagai Sumber Energi
Dalam
setiap sendok madu terdapat sekitar 17 gram karbohidrat yang nantinya akan
diproses menjadi fruktosa serta glukosa
yang langsung dapat diserap oleh darah untuk dapat memberikan dorongan energi
dengan cepat. Kenaikan gula darah bertindak sebagai sumber energi jangka pendek
untuk menghasilkan daya tahan lebih lama.
12. Meningkatkan Memori
Kandungan
antioksidan yang terdapat dalam madu dapat membantu mencegah kerusakan sel
dalam otak. Sebuah studi yang dilakukan
pada tahun 2011 menyatakan bahwa dengan mengkonsumsi sesendok madu setiap hari
dapat meningkatkan memori pada wanita yang memasuki masa menopause serta dapat
memberikan terapi alternatif untuk penurunan intelektual yang berhubungan
dengan hormon. Selain itu, manfaat madu juga dapat membantu penyerapan kalsium
yang sangat diperlukan organ otak.
13. Penekan Gangguan Batuk
Sebuah
penelitian yang diterbitkan dalam jurnal pediatrick pada tahun 2012 menyatakan
bahwa madu dapat dijadikan obat alternative untuk mengatasi gangguan pilek dan
batuk. Cairan kental serta rasa manuis dalam madu dapat melindungi tenggorokan
dari serangan batuk yaitu dengan memicu ujung saraf . Madu juga dapat digunakan
untuk mengobati infeksi saluran pernapasan bagian atas.
14. Mengatasi Gangguan Tidur
Manfaat
lebah juga terdapat dalam madu memiliki sifat yang mirip dengan gula, yaitu dapat menyebabkan
kenaikan insulin dan melepaskan serotonin untuk meningkatkan suasana hati dan
kebahagiaan. Madu mengandung asam amino, termasuk tryptophan yang kemudian
diubah menjadi serotonin dan kemudian ke melatonin.
Menurut
Rene Ficek, ahli diet serta ahli gizi ahli gizi di Seattle Sutton Makan Sehat
di Chicago, Illinois menyatakan bahwa tubuh mengubah serotonin ke melatonin,
senyawa kimia yang dapat mengatur kualitas tidur.
15. Menghilangkan Ketombe
Menurut
sebuah study yang diterbitkan European Journal of Medical Research pada tahun
2001 menyatakan bahwa menerapkan madu
yang telah diencerkan dengan air hangat pada daerah kulit kepala, dapat
membantu mengatasi rasa gatal yang terjadi akibat timbulnya ketombe serta
kerontokan pada rambut. Sifat antibakteri dan antijamur yang terdapat dalam
madu juga dapat mengatasi gangguan dermatitis seboroik. Sifat anti-inflamasi
dalam madu dapat mengatasi kemerahan dan rasa gatal-gatal pada kulit kepala.
16. Menyembuhkan luka bakar
Sifat antibiotik alami yang terdapat dalam madu
mampu dalam berbagai macam pengobatan baik internal maupun eksternal. Madu
dapat digunakan sebagai pengobatan konvensional untuk luka dan luka bakar
sebagai desinfektan luka. Menurut Dr
Diane Radford, seorang ahli onkologi bedah payudara di St Louis, Mo, mengatakan
bahwa madu memiliki sifat antibakteri untuk penyembuhan luka.
17. Perawatan kecantikan
Madu
merupakan bahan dasar pembuatan kosmetik sejak bertahun-tahun lamanya. Selain
teksturnya yang lembut, madu juga mengandung berbagai macam nutrisi seperti
vitamin, mineral, antioksidan, serta potasium. Kandungan nutrisi-nutrisi tersebut
dimanfaatkan dalam pembuatan berbagai macam produk kosmetik seperti pelembab,
penyegar, maupun masker.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Lebah madu adalah
serangga sosial yang termasuk dalam ordo Hymenoptera yang artinya “sayap
bening”. Dalam ordo ini terdapat 100.000 spesies serangga, termasuk lebah,
tawon, semut dan rayap, famili Apidae merupakan jenis lebah penghasil madu
sejati yang paling produktif adalah lebah madu genus Apis. Sedangkan untuk
struktur morfologi yang terdapat pada lebah madu diantaranya kepala (caput),
dada (thorax) dan perut (abdomen) dan struktur anatomi Apis melifra meliputi
sistem pencernaan, sistem penginderaan, dan sistem reproduksi.
2. Lebah madu hidup di
hutan, goa-goa, tebing-tebing, pohon, atap rumah. Bahkan jika untuk para
peternak lebah, ia menggunakan stup sebagai habitat lebah itu sendiri.
Sedangkan, lebah madu termasuk hewan yang mengalami siklus hidup atau
bermetamorfosis lengkap ("holometabola") sehingga terdapat empat
tahap bentuk kehidupan yaitu telur, larva, pupa, kemudian imago (lebah dewasa).
3. Lebah berperan
penting terhadap kehidupan manusia, hewan, dan tanaman, serta ditinjau dari
Al-Qur’an terdapart surah an-Nahl yang artinya lebah. Seperti yang terdapat
pada QS.an-Nahl ayat 5, 68, 69 dan QS. Yasiin ayat 72 dan 73 dijelaskan bahwa
lebah akan kaya manfaat diantaranya madu dan lain sebagainya tetapi disisi lain
harus bisa mensyukuri hal tersebut karena segala sesuatu datang dari yang
menciptakan-Nya.
No comments:
Post a Comment