HARI
PERTAMA SEKOLAH
Hari
pertama semester baru di SMA Hanlim, upacara bendera tak seperti biasanya,
suasana yang ricuh dan barisan yang tak rapi serta berdesakan membuat seseorang
tak nyaman. Di antara barisan itu ada seorang murid yang bernama Lia Amelia anak
semester 3. Lia kini kelas 2 SMA tepatnya kelas 11 IPA, gadis yang pintar tapi
tak pernah rangking satu selama dia menjadi murid. Dia baik, kalem dan sedikit
kurang berani. Pembagian kelas baru telah diumumkan, Lia masuk dalam kelas 11
IPA 3 satu kelas lagi dengan dua teman yang sama sewaktu kelas 10, mereka
adalah Riri dan Sandi. Lia tidak begitu bahagia dengan kelas yang sekarang, Lia
sedikit khawatir karena tak ada teman dekat nya yang satu kelas lagi. Riri
memang teman sekelasnya dulu tapi mereka tidak begitu dekat, dia cantik,
populer dan banyak cowo yang deketin dia. Sedangkan Sandi, hampir semua guru
mengenalnya bukan karena berprestasi tapi karena sering bolos, tapi dia aktif
di ekstrakulikuler sama halnya dengan Lia kerena itu Lia dan Sandi kenal.
Ruang kelas yang baru dan teman yang
baru membuat Lia sedikit khawatir karena di kelasnya banyak murid yang nakal,
diantaranya Roki, Adi, dan Dani satu geng yang suka mengganggu banyak murid dan
sering juga dipanggil ke ruang BP. dan ada juga Ranti orang yang sangat populer,
keras kepala dan ingin menang sendiri. Salain itu hampir setengah dari kelas itu
banyak yang terkena masalah.
Semua murid masuk ke kelasnya
masing-masing, Lia duduk dengan Riri karena hanya Riri yang cukup ia kenal. Melihat
sekeliling kelas Lia terlihat sangat gugup, kerena dia khawatir akan susah
untuk berteman dengan mereka. 20 menit setelah bel masuk tadi Sandi baru masuk
ke kelas, melihat keadaan kelas dan pandangannya berhenti pada seseorang. “wahh
sekelas lagi kita” saut Sandi kepada Lia, Lia tidak begitu bahagia melihat
Sandi. Tak lama setelah itu pintu terbuka dan langkah kaki yang saat percaya
diri seseorang masuk ke dalam kelas, suasana kelas masih gaduh tak ada yang
memperhatikannya. “Diam semuanyaaa!!!...” Bu guru datang dengan suara keras
ditambah tangan yang memukul meja. Tidak cukup hanya sekali untuk menenangkan
murid-murid di kelas ini, semua murid pun diam dan setengah dari itu
menghiraukannya karena yang datang adalah Bu Winda, beliau merupakan guru Kimia
yang sangat baik, sabar dan bertanggung jawab “Mulai sekarang Ibu menjadi wali
kelas kalian, 11 IPA 3, maka dari itu mohon bantuannya” kekhawatiran diwajah Bu
Winda sangatlah jelas, melihat murid-murid yang ia akan didik berbeda dari
tahun sebelumnya, tahun ajaran ini akan menjadi berat baginya.
Ibu Winda tidak lama di dalam kelas
beliau hanya memilih ketua kelas dan menyuruh kelas IPA 3 ini membuat struktur
organisasi dan piket kelas. Dipimpin oleh ketua kelas yaitu Kiki orang yang
pintar dan tegas semua guru mengenalnya. Kelas IPA 3 menyusun organisasi dengan
waktu yang sangat singkat. Bel istirahatpun berbunyi semua murid pergi ke
kantin tapi lain hal nya dengan Lia, dia sisuruh seniornya untuk mendata kelas
10 yang akan ikut ekstarkulikuler Seni. Saat kembali ke kelas diatas meja
Lia ada roti dan susu kotak, entah siapa yang menyimpannya tapi tidak ada seorangpun di kelas selain Lia.
Bel pulang pun berbunyi, hari yang
cukup singkat dan melelahkan bagi Lia di sekolah. Seperti biasa Lia pulang
dengan sahabatnya Kayra dan Devi. Didalam perjalan pulang mereka saling
menceritakan tentang kelas yang barunya. Dalam percakapan itu mereka melihat
dua truk yang mengangkut barang rumah tangga melintas di gang rumah mereka,
“Mungkin
ada yang pindahan Li”
“Ooh,
mungkin!”
“Kalau
gitu kita duluan yahh, bye..!” Kayra dan Devi belok arah sedangkan Lia tetap
lurus karena rumah Lia ada di ujung gang.
Sesampai di rumah Lia melihat
disebelahnya ada truk yang mereka lihat tadi dan ternyata orang pindahan itu
tinggal didepan rumah Lia. Masuklah lia kedalam rumah dan bertanya kepada
Ibunya “Mah siapa yang pindah kesini?” “Ohh itu, saudara nya Pak Rt yang dari
Jakarta “ “Ohh gitu yahh!!”. Lia langsung pergi ke kamar untuk ganti baju dan
istirahat, lewat jendela kamar nya Lia memperhatikan orang-orang pindahan yang
sedang beres-beres di depan rumahnya, tak lama kemudian seseorang yang berbadan
gemuk dan rambut yang agak ikal berjalan ke arah rumah Lia dengan sangat terburu-buru,
“permisi” sautnya sambil mengetuk pintu rumah Lia. Lia yang melihatnya tdi
langsung membukakan pintu. “Maaf mba, saya mau numpang ke toilet sebentar,
soalnya di rumah sebelah kran air belum nyala” “mmm silanhkan, disebelah sini”
Jawab Lia dengan wajah heran dan kaget. Setelah orang keluar dari Wc orang itu
langsung berterima kasih pada Lia, dan Ibu Lia pun datang “Ohh jadi kamu anak
nya Pak Herman adiknya pak Rt yahh” “iyyaa Bu” dengan wajah yang ceria Pria itu
menjawabnya. “kenalkan Bu nama saya Kamal” dengan percaya diri dia
memperkenalkan diri pada Ibu Lia dan juga Lia. Respon Lia sangat lah dingin dan
tidak begitu tertarik padanya.
No comments:
Post a Comment