Sunday, 14 October 2018

Sebuah Cerita Anak SMA BAGIAN I


HARI PERTAMA SEKOLAH
Hari pertama semester baru di SMA Hanlim, upacara bendera tak seperti biasanya, suasana yang ricuh dan barisan yang tak rapi serta berdesakan membuat seseorang tak nyaman. Di antara barisan itu ada seorang murid yang bernama Lia Amelia anak semester 3. Lia kini kelas 2 SMA tepatnya kelas 11 IPA, gadis yang pintar tapi tak pernah rangking satu selama dia menjadi murid. Dia baik, kalem dan sedikit kurang berani. Pembagian kelas baru telah diumumkan, Lia masuk dalam kelas 11 IPA 3 satu kelas lagi dengan dua teman yang sama sewaktu kelas 10, mereka adalah Riri dan Sandi. Lia tidak begitu bahagia dengan kelas yang sekarang, Lia sedikit khawatir karena tak ada teman dekat nya yang satu kelas lagi. Riri memang teman sekelasnya dulu tapi mereka tidak begitu dekat, dia cantik, populer dan banyak cowo yang deketin dia. Sedangkan Sandi, hampir semua guru mengenalnya bukan karena berprestasi tapi karena sering bolos, tapi dia aktif di ekstrakulikuler sama halnya dengan Lia kerena itu Lia dan Sandi kenal.
            Ruang kelas yang baru dan teman yang baru membuat Lia sedikit khawatir karena di kelasnya banyak murid yang nakal, diantaranya Roki, Adi, dan Dani satu geng yang suka mengganggu banyak murid dan sering juga dipanggil ke ruang BP. dan ada juga Ranti orang yang sangat populer, keras kepala dan ingin menang sendiri. Salain itu hampir setengah dari kelas itu banyak yang terkena masalah. 
            Semua murid masuk ke kelasnya masing-masing, Lia duduk dengan Riri karena hanya Riri yang cukup ia kenal. Melihat sekeliling kelas Lia terlihat sangat gugup, kerena dia khawatir akan susah untuk berteman dengan mereka. 20 menit setelah bel masuk tadi Sandi baru masuk ke kelas, melihat keadaan kelas dan pandangannya berhenti pada seseorang. “wahh sekelas lagi kita” saut Sandi kepada Lia, Lia tidak begitu bahagia melihat Sandi. Tak lama setelah itu pintu terbuka dan langkah kaki yang saat percaya diri seseorang masuk ke dalam kelas, suasana kelas masih gaduh tak ada yang memperhatikannya. “Diam semuanyaaa!!!...” Bu guru datang dengan suara keras ditambah tangan yang memukul meja. Tidak cukup hanya sekali untuk menenangkan murid-murid di kelas ini, semua murid pun diam dan setengah dari itu menghiraukannya karena yang datang adalah Bu Winda, beliau merupakan guru Kimia yang sangat baik, sabar dan bertanggung jawab “Mulai sekarang Ibu menjadi wali kelas kalian, 11 IPA 3, maka dari itu mohon bantuannya” kekhawatiran diwajah Bu Winda sangatlah jelas, melihat murid-murid yang ia akan didik berbeda dari tahun sebelumnya, tahun ajaran ini akan menjadi berat baginya.
            Ibu Winda tidak lama di dalam kelas beliau hanya memilih ketua kelas dan menyuruh kelas IPA 3 ini membuat struktur organisasi dan piket kelas. Dipimpin oleh ketua kelas yaitu Kiki orang yang pintar dan tegas semua guru mengenalnya. Kelas IPA 3 menyusun organisasi dengan waktu yang sangat singkat. Bel istirahatpun berbunyi semua murid pergi ke kantin tapi lain hal nya dengan Lia, dia sisuruh seniornya untuk mendata kelas 10 yang akan ikut ekstarkulikuler Seni. Saat kembali ke kelas diatas meja Lia ada roti dan susu kotak, entah siapa yang menyimpannya tapi tidak ada seorangpun di kelas selain Lia.
            Bel pulang pun berbunyi, hari yang cukup singkat dan melelahkan bagi Lia di sekolah. Seperti biasa Lia pulang dengan sahabatnya Kayra dan Devi. Didalam perjalan pulang mereka saling menceritakan tentang kelas yang barunya. Dalam percakapan itu mereka melihat dua truk yang mengangkut barang rumah tangga melintas di gang rumah mereka,
“Mungkin ada yang pindahan Li”
“Ooh, mungkin!”
“Kalau gitu kita duluan yahh, bye..!” Kayra dan Devi belok arah sedangkan Lia tetap lurus karena rumah Lia ada di ujung gang.
            Sesampai di rumah Lia melihat disebelahnya ada truk yang mereka lihat tadi dan ternyata orang pindahan itu tinggal didepan rumah Lia. Masuklah lia kedalam rumah dan bertanya kepada Ibunya “Mah siapa yang pindah kesini?” “Ohh itu, saudara nya Pak Rt yang dari Jakarta “ “Ohh gitu yahh!!”. Lia langsung pergi ke kamar untuk ganti baju dan istirahat, lewat jendela kamar nya Lia memperhatikan orang-orang pindahan yang sedang beres-beres di depan rumahnya, tak lama kemudian seseorang yang berbadan gemuk dan rambut yang agak ikal berjalan ke arah rumah Lia dengan sangat terburu-buru, “permisi” sautnya sambil mengetuk pintu rumah Lia. Lia yang melihatnya tdi langsung membukakan pintu. “Maaf mba, saya mau numpang ke toilet sebentar, soalnya di rumah sebelah kran air belum nyala” “mmm silanhkan, disebelah sini” Jawab Lia dengan wajah heran dan kaget. Setelah orang keluar dari Wc orang itu langsung berterima kasih pada Lia, dan Ibu Lia pun datang “Ohh jadi kamu anak nya Pak Herman adiknya pak Rt yahh” “iyyaa Bu” dengan wajah yang ceria Pria itu menjawabnya. “kenalkan Bu nama saya Kamal” dengan percaya diri dia memperkenalkan diri pada Ibu Lia dan juga Lia. Respon Lia sangat lah dingin dan tidak begitu tertarik padanya.

No comments:

Post a Comment

SiteMap : Pengertian, Fungsi dan Cara Membuat Sitemap

Pengertian Sitemap adalah salah satu alat bantu untuk para webmaster yang mempermudah dalam pengenalan peta situs di dalam website. Den...