Tuesday, 28 August 2018

Makalah Tentang Lebah Madu


BAB I
PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang
Lebah madu adalah serangga sosial yang termasuk dalam ordo Hymenoptera yang artinya “sayap bening”. Dalam ordo ini terdapat 100.000 spesies serangga, termasuk lebah, tawon, semut dan rayap. Pada kenyataannya, lebah madu merupakan satu ordo dengan tawon. Lebah madu dapat dibedakan dengan jenis tawon secara mudah berdasarkan pada anatomi, morfologi, dan perilakunya dalam menemukan pakan serta jenis pakannya. Tubuh lebah terdiri atas tiga bagian yaitu kepala, dada, dan perut.
Jumlah koloni lebah madu dalam satu sarang dapat mencapai 100.000 ekor. Jumlah populasi lebah madu di dalam satu sarang tergantung pada kualitas dan potensi lebah madu ratu dalam mengontrol lebah pekerja.
Famili Apidae merupakan jenis lebah penghasil madu sejati. Yang paling produktif adalah lebah madu genus Apis. Seperti Apis melifera, Apis indica, Apis cerena, Apis dorsata, Apis unicolor. Namun yang disarankan jika untuk diternakkan adalah Apis melifera karena spesies ini lebih jinak sehingga tidak membahayakan.
Salah satu syarat hidup lebah adalah adanya tanaman. Secara umum lebah bisa hidup di seluruh belahan bumi, kecuali di daerah kutub. Hal ini disebabkan di daerah kutub tidak ada tanaman yang menjadi sumber pakan lebah. Di daerah tropis lebah dapat berkembang biak dengan baik dan produktif sepanjang tahun karena tumbuhan sebagai sumber pakan tersedia terus. Di daerah sub tropis lebah tidak produktif pada musim dingin.
Selain itu lebah termasuk hewan yang mengalami siklus hidup atau bermetamorfosis lengkap ("holometabola") sehingga terdapat empat tahap bentuk kehidupan yaitu telur, larva, pupa, kemudian imago (lebah dewasa).
Lebah sangat berperan penting didalam kehidupan bahkan dapat ditinjau berdasarkan perspektif Islam, didalam Al-Qur’an terdapat Surah an-Nahl dimana yang artinya adalah lebah. Lebah memiliki banyak manfaat untuk tumbuhan, manusia, hewan lainnya, dan racun lebah bisa dijadikan untuk obat.


B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana klasifikasi dari lebah madu?
2.      Bagaimanakah karakteristik pada lebah madu?
3.      Bagaimana struktur morfologi dan anatomi dari lebah madu?
4.      Dimanakah habitat dari lebah madu?
5.      Bagaimana siklus hidup dari lebah madu?
6.      Bagaimana peranan dan tinjauan lebah madu dalam perspektif Islam ?

C.    Tujuan Makalah
1.      Untuk mengetahui klasifikasi dari lebah madu
2.      Untuk mengetahui karakteristik dari lebah madu
3.      Untuk mengetahui struktur morfologi dan anatomi dari lebah madu
4.      Untuk mengetahui habitat dari lebah madu
5.      Untuk mengetahui siklus hidup dari lebah madu
6.      Untuk mengetahui peranan dan tinjauan lebah madu dalam perspektif Islam








BAB II
PEMBAHASAN
A.    Klasifikasi Lebah Madu
Lebah madu adalah serangga sosial yang termasuk dalam ordo Hymenoptera yang artinya “sayap bening”. Dalam ordo ini terdapat 100.000 spesies serangga, termasuk lebah, tawon, semut dan rayap. Pada kenyataannya, lebah madu merupakan satu ordo dengan tawon. Lebah madu dapat dibedakan dengan jenis tawon secara mudah berdasarkan pada anatomi, morfologi, dan perilakunya dalam menemukan pakan serta jenis pakannya. Tubuh lebah terdiri atas tiga bagian yaitu kepala, dada, dan perut.
Lebah dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu yang hidup soliter dan hidup berkoloni. Lebah soliter jenisnya lebih banyak dan tidak produktif sehingga tidak dibudidayakan. Sedangkan lebah berkoloni adalah lebah yang hidup bersama-sama dalam suatu kelompok besar dan membentuk suatu masyarakat yang tidak dapat dipisahkan. Lebah berkoloni mempunyai klasifikasi sebagai berikut:
Kingdom         : Animalia
Filum               : Arthropoda
Kelas               : Insecta
Ordo                : Hymenoptera
Familia            : Apidae
Genus              : Apis
Spesies            : Apis melifera
Famili Apidae merupakan jenis lebah penghasil madu sejati. Yang paling produktif adalah lebah madu genus Apis. Seperti Apis melifera, Apis indica, Apis cerena, Apis dorsata, Apis unicolor. Namun yang disarankan jika untuk diternakkan adalah Apis melifera karena spesies ini lebih jinak sehingga tidak membahayakan.
B.     Karakteristik Lebah Madu
Lebah madu merupakan sekelompok serangga yang hidupnya berkoloni, sedangkan untuk jumlah koloni lebah madu dalam satu sarang dapat mencapai 100.000 ekor. Jumlah populasi lebah madu di dalam satu sarang tergantung pada kualitas dan potensi lebah madu ratu dalam mengontrol lebah pekerja.
Berdasarkan hal tersebut setiap koloni mempunyai tiga kasta, setiap kastanya memiliki tugas masing-masing, yaitu:
1.       Lebah ratu, berjenis kelamin betina merupakan induk semua lebah dalam satu koloni dalam satu koloni hanya satu ekor lebah ratu.
2.       Lebah betina, dikenal sebagai lebah pekerja jumlah lebah pekerja bisa mencapai puluhan ribu, 30.000 ekor lebah dan yang bibit unggul bisa mencapai sampai 60.000 ekor lebah.
3.       Lebah jantan, jumlahnya hanya ratusan ekor lebah.
Adapun tugas-tugas setiap kasta diantaranya lebah ratu, lebah pekerja, dan lebah jantan adalah :
1.      Lebah Ratu
Tugas lebah ratu adalah bertelur selama hidupya, berjenis kelamin betina, perkawinan ratu lebah ini hanya sekali seumur hidup, perkawinan dilakukan dengan cara terbang tinggi diangkasa pada cuaca cerah dan pejantan yang bisa mengejarnya akan dapat mengawini sang ratu lebah, pejantan yang berbahagia itu tidak lama akan mati karena testisnya lepas dan tertanam pada ovarium ratu lebah. Lebah ratu yang aktif mampu bertelur kira-kira 2.000 butir telur sehari. Makanan ratu merupakan sari madu (royal jelly), harapan hidup lebah ratu ialah tiga tahun.


2.      Lebah Pekerja
Berjenis kelamin betina tugasnya adalah mengumpulkan serbuk sari dan nektar. Madu merupakan produk hasil pengolahan makanan nektar yang dimuntahkan kembali dari dalam tubuhnya dan disimpan dalam sarang lebah untuk makanan cadangan, makanan madu ini juga untuk larva dan pupa. Ada juga lebah betina yang bertugas membersihkan sarang dan merawat telur dan anak-anak lebah. Harapan hidup lebah pekerja ialah tiga bulan atau lebih sedikit makanan utama lebah pekerja ini adalah madu.
Lebah pekerja terbentuk dari telur yang terbuahi dari sperma yang tersimpan dalam ovarium yang jumlahnya mencapai jutaan sperma, jenis kelaminnya sama dengan ratu lebah bedanya lebah pekerja ini dari mulai telur menetes menjadi larva dan setererusnya makanannya madu biasa sedangkan ratu lebah mulai dari telur menetas menjadi larva sampai akhir hayat makanannya sari madu (royal jelly).
Apabila kesuburan reproduksi telur sudah berkurang atau usia ratu sudah tua maka secara naluri lebah pekerja mengadakan regenerasi pembentukan koloni baru dan mencari telur-telur yang terbaik, jika sudah menetas menjadi larva diberi makan sari madu (royal jelly) atau ada yang menyebutnya susu ratu kerena warnanya putih seperti warna susu jumlahnya biasanya lebih dari satu calon ratu, sarangnya paling besar dan paling menonjol lebih panjang dari sarang lebah pekerja, terletak paling bawah sarang.
Lebah pekerja bisa bertelur dan telurnya dapat menetas jika koloni lebah kehilangan ratunya maka secara alami sesuai naluri lebah betina akan bertelur dan yang lahir dari telur lebah pekerja ini semuanya berjenis kelamin jantan karena dari telur yang tak terbuahi, lebah pekerja tidak pernah dikawini oleh lebah jantan.
3.      Lebah Jantan
Lebah jantan tugasnya adalah mengawini lebah ratu muda yang masih perawan jika akan membentuk koloni baru dan akan mati setelah kawin. Lebah jantan merupakan lebah dari telur tak terbuahi yang diberi makanan nektar dan madu biasa (bukan "royal jelly"). Jumlah lebah jantan ini jumlahnya hanya ratusan.

C.    Morfologi dan Anatomi Lebah Madu
a.       Morfologi Lebah Madu
Tubuh lebah madu terdiri dari tiga bagian utama, yaitu kepala (caput), dada (thorax) dan perut (abdomen). Seperti halnya insekta lebah tidak mempunyai kerangka internal tempat otot bertaut, tetapi sebagai penggantinya adalah penutup tubuh eksternal yang mengandung Chitin dan menutupi organ dalam.
b.      Anatomi Lebah Madu
Anatomi lebah madu dalam hal ini meliputi:
1.      Sistem pencernaan
Mulut, osefagus, kantong madu, proventriculus, ventriculus, usus halus, usus besar, colon dan rectum.
2.      Sistem penginderaan
Indera penglihat, indera pencium, indera peraba
3.      Sistem reproduksi
Organ reproduksi yang berkembang sempurna pada lebah hanya pada lebah jantan dan ratu. Seekor lebah ratu dewasa yang produktif dapat menelurkan 1000-2000 sel telur per hari. 
Anatomi dan fisiologi lebah madu
Anatomi lebah madu tersusun dari beberapa fungsi struktur. Lebah madu adalah serangga sosial yang termasuk dalam ordo Hymenoptera yang artinya “sayap bening”.Dalam ordo ini terdapat 100.000 species serangga, termasuk lebah, tawon, semut dan rayap. Pada kenyataannya, lebah madu merupakan satu ordo dengan tawon.Lebah madu dapat dibedakan dengan jenis tawon secara mudah berdasarkan pada anatomi, fisiologi, dan perilakunya dalam menemukan pakan serta jenis pakannya. Tubuh lebah terdiri atas tiga bagian yaitu kepaladada, dan perut.
Pada bagian kepala terdapat sepasang mata majemuk sebagai alat penglihatan yang mampu melihat bentuk dan warna benda. Mata lebah mampu membedakan warna ultraviolet, biru, hijau muda, dan kuning. Mata bagi lebah sangat penting kegunaannya. Lebah mempunyai tipe alat mulut penggigit-pengisap berfungsi sebagai gigi, digunakan untuk membuat sarang dan pertahanan diri, dan terdapat glossa pada bagian tengah untuk mengisap cairan makanan dan memberi makan larva (Suputa, Arminudin, 2007).
Pada bagian kepala terdapat antena yang berfungsi sebagai indera perasa dan peraba. Antena sangat penting bagi lebah madu sehubungan dengan pencarian pakan dan komunikasi, khususnya dalam menginterpretasikan tarian lebah yang dilakukan oleh lebah yang telah mendapat pakan.
Dada lebah merupakan bagian tubuh yang penting sebagai tempat melekatnya alat gerak (organ penggerak), yaitu sayap dan kaki. Lebah memiliki dua pasang sayap, sayap depan lebih lebar daripada sayap belakang. Lebah dapat terbang pada jarak yang sangat jauh menggunakan sayap, gerakan sayap dibantu otot-otot dada, sehingga sayap bergerak ke atas dan ke bawah. Polen dikumpulkan oleh lebah dengan menggunakan rambut-rambut yang ada pada kakinya kemudian dimasukkan ke dalam alat mulutnya.
Pada bagian perut lebah madu betina terdapat sengat, tetapi pada lebah jantan dan ratu tidak ada.Sengat tersebut merupakan bentuk perubahan dari alat peletak telur (Suputa, dosen fakultas pertanian UGM). Sengat lebah digunakan untuk alat pertahanan diri. Lebah madu termasuk serangga yang hidup berkoloni, terdiri atas tiga anggota masyarakat lebah madu yaitu ratu, lebah jantan, dan lebah betina (pekerja). Jumlah ratu dalam satu koloni satu ekor, lebah jantan berjumlah ratusan, dan lebah betina berjumlah ribuan.
D.    Habitat Lebah Madu
Salah satu syarat hidup lebah adalah adanya tanaman. Secara umum lebah bisa hidup di seluruh belahan bumi, kecuali di daerah kutub. Hal ini disebabkan di daerah kutub tidak ada tanaman yang menjadi sumber pakan lebah. Di daerah tropis lebah dapat berkembang biak dengan baik dan produktif sepanjang tahun karena tumbuhan sebagai sumber pakan tersedia terus. Di daerah sub tropis lebah tidak produktif pada musim dingin.
Sedangkan, di alam bebas lebah membuat sarangnya di gua-gua termasuk di tebing-tebingnya. Di hutan lebah membuat sarangnya di pohon kayu. Sarangnya dibangun dari propolis (perekat dari getah pohon) dan malam yang diproduksi oleh kelenjar-kelelenjar lebah betina yang masih muda terdapat dalam badannya. Sementara di daerah peternakan lebah tinggal didalam tempat yang sudah disediakan namanya stup.
E.     Siklus Hidup Lebah Madu
Lebah menjalani metamorfosis lengkap ("holometabola") sehingga terdapat empat tahap bentuk kehidupan:
1.      Fase Telur (3 hari)
Sang ratu meletakkan sebutir telur di bagian dasar tiap-tiap sel. Posisi telur berada di tengah sel de-ngan salah satu ujungnya melekat pada dasar sel
2.      Fase Larva (bentuk ulat - 6 hari)
Ketika larva menetas dari telur, selama 3 hari larva tersebut diberikan royal jelly yang diproduksi dari kelenjar yang terdapat di kepala lebah perawat
3.      Fase Pupa (kepompong – 12 hari)
Sel-sel setiap larva tersebut kemudian ditutup dengan lilin selama 12 hari. Setelah 21 hari, lebah pekerja dewasa akan menetas.


4.      Imago (lebah dewasa – 21 hari)
Terakhir adalah fase pupa dimana setelah 21 hari kepompong tersebut akan menetas kemudian jadilah lebah dewasa yang biasa disebut dengan imago. 
      Telur yang menetas akan menjadi larva. Seperti yang ada pada gambar disamping dijelaskan bahwa pada tahapan ini, lebah pekerja akan memberi larva makanan berupa serbuk sari, nektar, serta madu. Sebagian nektar yang dikumpulkan oleh lebah pekerja disimpan sebagai madu. Setelah beberapa hari, larva berganti menjadi pupa dan seterusnya menjadi anak lebah.
Adapun siklus hidup dari lebah madu berdasarkan masing-masing lebah diantaranya lebah ratu, lebah jantan, dan lebah pekerja dapat dilihat pada table dibawah ini :
Tabel 1. Siklus hidup lebah madu
Hari ke/ Umur
Lebah Ratu
Lebah Jantan

Lebah Pekerja
1 hari
7 hari
10 hari
16 hari
21 hari
24 hari
Umur

Telur
Larva
Pupa I
Lahir
Kawin
Bertelur
5 tahun
Telur
Larva
Pupa I
Pupa II
Pupa III
Lahir
1,5 tahun
Telur
Larva
Pupa I
Pupa II
Lahir
Perawat/pekerja di dalam sarang
2,5 bulan
 Lebah madu merupakan hewan yang hidup berkoloni, dari hal itu lebah madu memiliki organisasi didalam kehidupannya, antara lain:
a.       Lebah Jantan
1.      Lebah jantan berpantat tumpul dan tidak bersengat.
2.      Warna tubuhnya hitam.
3.      Panjangnya 1,3 cm.
4.      Tugasnya mengawini lebah ratu.
b.      Lebah Pekerja
1.      Lebah pekerja berpantat runcing dan bersengat.
2.      Warna tubuhnya hitam dengan strip kuning.
3.      Panjangnya 1,1 cm.
4.      Tugasnya tergantung dari tingkatan umurnya, dari muda sampai tua, yaitu sebagai perawat, penghubung di dalam sarang, penjaga sarang, perintis atau pencari tempat yang menghasilkan pakan (bunga), pencari pakan, dan pembuat sarang.
5.      Dalam mengumpulkan pakan, lebah ini hanya menempuh jarak 600-700 m dari sarangnya.
6.      Kegiatannya berhenti setelah pukul 15.00.
c.       Lebah Ratu
1.      Lebah ratu berbadan panjang dan besar.
2.      Berpantat runcing dan bersengat.
3.      Berwarna kelabu sampai hitam.
4.      Panjangnya 1,5 cm.
5.      Lebah ini merupakan lebah betina sempurna.
6.      Tugasnya bertelur.
7.      Setelah kawin satu kali, segera masuk kesarang dan bertelur seumur hidup.
F.     Peranan dan Tinjauan Lebah Madu dalam Perspektif Islam
a.       Peranan Lebah Madu
1.      Lebah di alam berfungsi penting sebagai serangga penyerbuk utama. Kesukaannya akan nektar dan serbuk sari membantu tumbuhan untuk terjadinya penyerbukan silang dan penyebaran serbuk sari. Dalam penyerbukan buatan tanaman tertentu, lebah dipelihara dalam kurungan berisi tumbuhan yang akan disilangkan.
2.      Madu yang dihasilkan lebah disukai oleh banyak hewan, khususnya beruang.
3.      Manusia juga memanfaatkan madu sebagai makanan serta obat. Pemeliharaan lebah untuk diambil madunya telah dilakukan manusia sejak lama. Ilmu tentang lebah dan pemeliharaannya dikenal sebagai apiari. Usaha peternakan lebah juga disebut dengan nama tersebut.
4.      Beberapa jenis lebah memiliki sengat yang sebetulnya bersifat fatal bagi dirinya jika digunakan untuk menyengat yang berakibat kematiannya karena sengat dan kantong kelenjarnya akan terlepas dan tertancap pada sasaran. Sengat ini dimanfaatkan manusia dalam pengobatan serupa akupunktur yang dinamakan terapi lebah (apitherapy).
5.      Peternakan lebah modern bisa menghasilkan racun lebah yang keluar dari sengat lebah pekerja tanpa akibat matinya lebah, caranya dengan memasang jebakan dipintu masuk sarang lebah yaitu dipasang arus listrik yang cukup untuk membuat terkejut lebah, dari terkejutnya lebah itu secara tak disadari racun lebah keluar dari sengatnya dan hasilnya ditampung untuk ramuan obat-obatan.
6.      Di beberapa tempat di Indonesia larva dan pupa lebah dijadikan makanan (misalnya sebagai botok lebah).

b.      Tinjauan Lebah Madu Berdasarkan Perspektif Islam
Lebah madu telah di kenal oleh manusia sejak zaman budaya-budaya kuno beberapa ribu tahun yang lalu. Al Qur'an menempatkan secara istimewa lebah madu menjadi sebuah judul yaitu An Nahl (Lebah Madu). Seperti yang dijelaskan Firman Allah dalam Qur’an Surah An Nahl ayat 68-69 tertulis:
Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu dan di tempat-tempat yang dibuat oleh manusia.
Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah di mudahkan. Kemudian dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang berpikir.
Adapun beberapa manfaat yang dihasilkan lebah untuk dikonsumsi manusia, hal ini terdapat pada Qur’an Surah an-Nahl ayat 5, yaitu:
Dan Dia telah menciptakan binatang ternak untuk kamu; padanya ada (bulu) yang menghangatkan dan berbagai-bagai manfaat, dan sebahagiannya kamu makan.
Ayat ini menjelaskan bahwa Allah telah menciptakan hewan ternak berupa hewan lebah dimana pada lebah tersebut akan menghasilkan beberapa manfaat lainnya.
Tidak diragukan lagi, Allah, Dia-lah yang menjadikan masing-masing dari puluhan ribu lebah tersebut bekerja harmonis tanpa henti, layaknya roda-roda gigi dalam sebuah mesin. Dalam sebuah ayat, Allah mengingatkan manusia tentang segala nikmat yang Allah berikan kepada manusia melalui hewan ciptaan-Nya yang terdapat pada Qur’an Surah Yaasiin Ayat 72-73, yaitu:
“Dan Kami tundukkan binatang–binatang itu untuk mereka; maka sebahagiannya menjadi tunggangan mereka dan sebahagiannya mereka makan”.
“Dan mereka memperoleh padanya manfaat–manfaat dan minuman. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?”
Kedua ayat tersebut merupakan peringatan dari Allah, agar manusia dapat mensyukuri segala nikmat yang telah Allah berikan, misalnya dari hewan ini. Meskipun hewan ini tergolong hewan yang ukurannya cukup kecil tetapi hewan ini mampu bekerja dengan tugas masing-masing. Rata-rata, sekitar 60-70 ribu lebah hidup dalam sebuah sarang. Walaupun populasi yang demikian padat, lebah mampu melakukan pekerjaannya secara terencana dan teratur rapi.
Tidak ada keraguan, tidaklah mungkin lebah itu sendiri yang melakukan perhitungan berdasarkan kecerdasannya sendiri. Begitulah, ini adalah bukti nyata bahwa setiap fase dalam hidupnya, lebah tunduk pada hikmah dan kekuasaan pencipt-Nya. Lebah menjalani setiap saat dalam hidupnya dengan ilham yang diberikan oleh Allah, Pencipta Yang Mahakuasa.

c.       Keajaiban Lebah menurut Al-Qur’an
1.      Dari keragaman spesies dan habitatnya
Lebah madu terdiri dari beberapa spesies dengan ciri fisik dan “tempat mangkal” yang saling berbeda: ada Apis dorsata atau lebah hutan, yang di sunda disebut odeng, dengan daerah penyebaran disekitar wilayah sub-tropis dan tropis Asia seperti Indonesia (dari Sumatra sampai papua), Filiphina dan sekitarnya. Selain itu, Apis laboriosa yang bisa dijumpai didaerah pegunungan Himalaya.
2.      Dari sifat polimorfofisme yang betul-betul bhineka.
Setiap anggota koloni memiliki keunikan antomis, fisiologis, dan fungsi biologis yang sangat berbeda. Selain ada betina yang kelak menjadi ratu (queen) dan jantan (drone), ada juga kelompok lebah pekerja (worker bees), yang sebenarnya adalah betina namun organ reproduksinya tidak berkembang sempurna. “Pencetakan” jenis kelamin ini sendiri telah disadari jauh-jauh hari, bahkan sejak masih dalam fase awal telur. Setelah kawin, lebah ratu akan mengelilingi sarang untuk mencari sel-sel yang masih kosong. Untuk mengeluarkan sebutir telur, diperlukan waktu 0,5 menit. Setelah mengeluarkan 30 butir, sang ratu akan istirahat 6 detik untuk makan-diletakkannya didasar sel. Telur calon lebah pekerja disimpannya dibagian sel berukuran kecil, tutup yang rata, dan paling banyak jumlahnya. Sementara telur calon lebih jantan ditempatkan di sel yang ukurannya agak lebih besar, dengan tutup menonjol serta terdapat titik hitam ditengahnya. Ada pun telur calon ratu ditempatkan di sel paling besar, tak teratur dan biasanya terletak dipinggir sarang
3.      Dari sisi tatanan kehidupannya
Lebah merupakan insektisida sosial yang senantiasa hidup gotong royong dan saling ketergantungan. Pembagian tugas dan organisasinya sangat teratur, tertib, dan disiplin atas kesadaran diri untuk mencapai prestasi seoptimal mungkin sehingga kelangsungan dan kesanggupan membentuk koloni sangat kuat. Disamping ada tugas individual, ada juga tugas lain yang di embang secara bersama-sama, yaitu menjaga sarang dari serangan musuh.
4.      Mengonsumsi makan yang baik, menghasilkan yang kalah baiknya
Hampir semua tanaman berbunga merupakan ladang bagi lebah. Dari sana hewan ini mengambil nectar, sebuk sari (pollen) dan air. Nectur adalah suatu senyawa kompleks yang dihasilkan kelenjar nectecfier tanaman dalam bentuk larutan dengan konsentrasi gula bervariasi, mulai 5% sampai 70% atau lebih. Satu koloni lebah madu membutuhkan sekitar 50kg tepung sari pertahun. Sekitar separuh dari tepung sari tersebut digunakan untuk makanan larva. Adapun unsur yang dihasilkan, selain madu, yang dipercaya bisa dijadikan makanan dan obar bagi sekian banyak penyakit, terdapat pula royal helly, bee pollen, lem atau propolis, lilin lebah atau malam (besswax), serta racun lebah (bee venom atau apitoxin)
5.      Pekerja keras
Lebah pencari pakan merupakan lebah pekerja “paling senior” sekaligus tergesit, dengan kecepatan terbang mencapai 65Km perjam, bisa menempuh jarak 46Km nonstop. Bila sedang membawa nektar, kecepatannya tinggal 30Km perjam dengan kecepatan getaran sayap sebanyak 250kali perdetik. Untuk mengampulkan 1kg madu, seekor lebah harus mengadakan perjalanan 90.000-180.000 kali dan mengunjungi banyak bunga sebelum pulang ke sarang. Ini berarti, jika setiap perjalan menemuh jarak 3Km pulang pergi, seekor lebah menempuh jarak 3x (90.000 – 180.000) km untuk menunaikan tugasnya itu.
6.      Cara komunikasi yang khas
Selain melalui feromon senyawa kimia yang dihasilkan dari kelenjar hipofarink ratu lebah yang berfungsi mengatur aktifitas lebah-lebah pekerja, lebah utamanya dilakukan lebah pekerja mampu berkomunikasi lewat tarian.Saat seekor lebah pemandu (scout) mendapat sari bung, ia akan melakukan gerakan dalam tarian seperti mengibaskan perut ditengah kerumunan lebah lainnya. Lewat isyarat itu, lebah-lebah pekerja lain dapat mengetahui posisi sumber makanan dimaksud tanpa kesulitan.
7.      Arsitek cermat
Lebah membangun sarangnya dalam bentuk sel-sel heksagonal (segi enam). Disamping sebagai bentuk “gudang” paling efektif untuk menyimpan madu, mesti diakui, bentuk ini pun dapat memerangkap lebah banyak oksigen dan unsur lainnya yang mereka perlukan dibanding bentuk geometris lain, semisal lingkaran atau segi empat. Pembangunan sarang itu sendiri dimulai dari sudut-sudut yang berbeda hingga akhirnya bertemu secara tepat ditengah.
8.      Tidak mengganggu kecuali diganggu
Lebah kecuali yang jantan dibekali senjata andalan berupa sengat berduri, dengan racun didalamnya. Bagi yang dipersensitif, setiap sengatan dapat menyebabkan reaksi serius. Walau bagi yang tidak hipersensitif, tidak akan menimbulkan damak apa-apa. Beruntung lebah jarang menggunakannya untuk menggangu. Baginya, senjata tersebut berfungsi sebagai alat untuk mempertahankan diri manakala diusik. (Kurniawan, 2013)

Seperti yang telah dijelaskan didalam qur’an surah an-Nahl ayat 68-69 bahwasannya Allah itu telah menciptakan makhluk hidup dengan berbagai jenis dan pemanfaatannya. Contohnya adalah serangga kecil ini atau lebah madu, lebah ini mampu menghasilkan madu dalam jumlah yang jauh lebih banyak daripada kebutuhan lebah. Ini mengisyaratkan bahwa minuman berkhasiat obat ini diciptakan agar bermanfaat bagi manusia. Selain itu, lebah adalah salah satu hewan yang hidup berkoloni. Di dalam sarang, lebah memiliki kehidupan yang luar biasa.
Rancangan segi enam dari petak-petak sarang lebah memungkinkan penyimpanan madu dalam jumlah terbanyak dengan bahan baku pembuatan sarang, yakni lilin, dalam jumlah paling sedikit. Lebah hanyalah serangga berukuran 1-2 cm dan ia melakukan perhitungan itu dengan apa yang telah diilhamkan Tuhannya.
G. Manfaat Lebah Bagi Manusia
 Manfaat lebah lebah merupakan salah satu jenis serangga yang hidup secara berkelompok atau koloni. Serangga yang termasuk dalam keluarga apidae ini dapat ditemukan hampir disemua benua, kecuali antartika.
Lebah tinggal di sarang-sarang yang biasanya bisa kita jumpai di bukit-bukit, di pohon, maupun di atap rumah penduduk. Makanan lebah berasal dari nektar (madu) maupun serbuk sari bunga.
Dalam sebuah koloni lebah biasanya terdiri dari 3 kelompok utama yaitu:
Ratu lebah, merupakan induk dari semua lebah. Dimana dalam satu koloni hanya terdapat 1 ratu lebah yang berjenis kelamin betina. Tugas dari ratu lebah adalah bertelur sepanjang hidupnya. Dimana dalam sehari ia bisa menghasilkan telur hingga 2000 butir.
Lebah betina, merupakan komunitas terbesar dalam suatu koloni lebah. Jumlahnya bisa mencapai puluhan ribu ekor. Tugas dari lebah betina ini adalah mengumpulkan nektar maupun serbuk sari bunga yang nantinya akan diubah menjadi madu.
Lebah jantan, dalam sebuah koloni hanya terdapat ratusan ekor saja. Tugas lebah jantan adalah mengawini ratu lebah untuk membentuk koloni baru.
Adapun siklus hidup dari lebah adalah telur lebah yang menetas akan berubah menjadi larva yang nantinya akan makan dari sebagian nektar maupun serbuk sari yang telah dikumpulkan oleh lebah betina (lebah pekerja). Setelah beberapa hari larva-larva tersebut akan berubah menjadi pupa (kepompong) yang selanjutnya akan menjadi anakan lebah.
Manfaat lebah dapat memberikan berbagai macam manfaat diantaranya adalah:
A. Sarang lebah
Sarang lebah atau yang biasa disebut dengan propolis merupakan resin yang dikumpulkna oleh para lebah dari kulit pepohonan yang nantinya akan digunakan sebagai penutup lubang-lubang pada sarang mereka. Propolis sendiri merupakan bahan-bahan yang lengket dari tumbuh-tumbuhan.
Kandungan dari propolis sendiri antara lain adalah protein,  vitamin A, B kompleks, C,D,E, Biotin, maupun Bioflavanoid. Hal tersebut menjadikan sarang lebah sangat baik untuk dikonsumsi. Adapun beberapa manfaat yang bisa kita peroleh dari mengkonsumsi sarang lebah antara lain adalah:
1.  Anti jamur, Virus, maupun Bakteri Dalam Tubuh
Kandungan bioflavonoid dalam sarang lebah dapat membantu tubuh untuk menangkal pertumbuhan mikroorganisme seperti virus, jamur, maupun bakteri yang berbahaya bagi tubuh. Kandungan tersebut sangat sensitive terhadap beberapa jenis virus seperti Staphyyococcus, Streptococcus, E. Coli, virus influenza, Herpes, H.Pilori, serta Salmonella typhosa.
2.  Sebagai Sumber Antioksidan alam.
Sarang lebah juga bertindak sebagai antioksidan alami yang dapat membantu tubuh dalam melawan serta menetralkan radikal bebas yang dapat menimbulkan beberapa gangguan kesehatan seperti tumor, kanker, penyakit jantung, stroke, atherosclerosis dan berbagai jenis penyakit lainnya.
3.  Dapat Meningkatkan Sistem Immune
Kandungan biovlafonoid dalam sarang lebah mampu meningkatkan aktivitas sistem imuune dalam tubuh sehingga mampu menangkal berbagai penyakit yang diakibatkan oleh bakteri, virus, maupun mikroorganisme lainnya, seperti cirrhosis hepatitis, diabetes, gangguan saluran pernafasan, dan lain sebagainya.
4.  Sebagai Antiperadangan
Mengkonsumsi sarang lebah (propolis) dapat membantu menghambat pengeluaran hormone yang dapat menyebabkan reaksi terhadap peradangan atau yang biasa disebut sebagai prostaglandine. Sehingga sangat baik dikonsumsi bagi penderita rheumatoid arthritis seperti radang sendi maupun asam urat, penyakit nefritis, dan berbagai jenis penyakit lainnya.
5. Menjaga Kesehatan Sistem Pencernakan
Manfaat lebah lainnya adalah terdapat kandungan nutrisi yang terdapat dalam sarang lebah dipercaya mampu menangkal pertumbuhan bakteri helicobakter pylory yang merupakan bakteri penyebab timbulnya peradangan lapisan lambung seperti maag, ulcus lambung, dan lain sebagainya.
6. Mempercepat Proses Penyembuhan Luka
Kandungan vitamin C yang terdapat dalam sarang lebah dapat membantu proses pertumbuhan jaringan baru dalam tubuh, sehingga sangat baik jika dalam proses perawatan maupun penyembuhan luka.
7. Penangkal Stress
Kandungan nutrisi dalam sarang lebah juga sangat baik untuk membantu menekan saraf-saraf pada otak sehingga dapat membuat pikiran menjadi lebih rileks, tenang, eserta dapat menekan rasa takut.
B. Lebah
Selain sebagai penghasil madu yang mempunyai berbagai macam kahsaiat, lebah juga memiliki fungsi atau manfaat lainnya seperti:


8.  Membantu Proses Penyerbukan pada Tanaman
Proses penyerbukan merupakan salah satu bagian terpenting pada proses reproduksi tumbuh-tumbuhan berbiji. Dimana penyerbukan adalah proses dimana serbuk sari jatuh pada permukaan putik yang dapat menghasilkan buluh serbu yang nantinya akan membantu pada proses pembuahan. Peranan lebah dalam proses ini adalah dengan membantu menyebarkan serbuk sari pada bunga-bunga tersebut.
9.  Sebagai Terapi Kesehatan
Manfaat lebah juga dapat memberikan efek pengobatan melalui sengatannya. Racun yang dihasilkan dari sengatan tersebut dapat diberikan sebagai terapi untuk berbagai jenis penyakit seperti rheumatoid arthritis, nyeri saraf (neuralgia), multiple sclerosis (MS), mengurangi reaksi terhadap sengatan lebah pada orang yang alergi (desensitisasi), pembengkakan pada tendon  (tendonitis),  serta kondisi otot seperti fibromyositis dan enthesitis.
Selain mengobati beberapa penyakit diatas, terapi sengatan lebah juga dapat membantu dalam pengobatan penyakit HIV AIDS. Cara kerja sengatan ini antara lain adalah dengan cara memecah cangkang virus penyebab penyakit lalu membunuh atau menghancurkan virus tersebut.
C. Madu
Manfaat lebah lainnya ada pada madu merupakan salah satu bentuk yang dihasilkan oleh lebah. Kandungan nutrisi yang terkandung didalamnya telah banyak membawa manfaat sejak berabad-abad lamanya. Adapun manfaat madu tersebut antara lian adalah.
10.  Sebagai Anti-alergi
Menurut Dr. Matthew Brennecke, seorang  dokter naturopati di Fort Collins, Colorado menyatakan bahwa madu merupakan vaksin alami yang dapat memicu respon immune yang dapat menghasilkan antibodi untuk menangkal terjadinya alergi dalam tubuh. Selain itu, efek anti-inflamasi yang terdapat dalam madu juga memiliki kemampuan untuk menenangkan batuk serta dapat mengurangi gejala alergi musiman.


11.  Sebagai Sumber Energi
Dalam setiap sendok madu terdapat sekitar 17 gram karbohidrat yang nantinya akan diproses menjadi  fruktosa serta glukosa yang langsung dapat diserap oleh darah untuk dapat memberikan dorongan energi dengan cepat. Kenaikan gula darah bertindak sebagai sumber energi jangka pendek untuk menghasilkan daya tahan lebih lama.
12.  Meningkatkan Memori
Kandungan antioksidan yang terdapat dalam madu dapat membantu mencegah kerusakan sel dalam otak. Sebuah studi  yang dilakukan pada tahun 2011 menyatakan bahwa dengan mengkonsumsi sesendok madu setiap hari dapat meningkatkan memori pada wanita yang memasuki masa menopause serta dapat memberikan terapi alternatif untuk penurunan intelektual yang berhubungan dengan hormon. Selain itu, manfaat madu juga dapat membantu penyerapan kalsium yang sangat diperlukan organ otak.
13.  Penekan Gangguan Batuk
Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal pediatrick pada tahun 2012 menyatakan bahwa madu dapat dijadikan obat alternative untuk mengatasi gangguan pilek dan batuk. Cairan kental serta rasa manuis dalam madu dapat melindungi tenggorokan dari serangan batuk yaitu dengan memicu ujung saraf . Madu juga dapat digunakan untuk mengobati infeksi saluran pernapasan bagian atas.
14.  Mengatasi Gangguan Tidur
Manfaat lebah juga terdapat dalam madu memiliki sifat yang  mirip dengan gula, yaitu dapat menyebabkan kenaikan insulin dan melepaskan serotonin untuk meningkatkan suasana hati dan kebahagiaan. Madu mengandung asam amino, termasuk tryptophan yang kemudian diubah menjadi serotonin dan kemudian ke melatonin.
Menurut Rene Ficek, ahli diet serta ahli gizi ahli gizi di Seattle Sutton Makan Sehat di Chicago, Illinois menyatakan bahwa tubuh mengubah serotonin ke melatonin, senyawa kimia yang dapat mengatur kualitas tidur.


15.  Menghilangkan Ketombe
Menurut sebuah study yang diterbitkan European Journal of Medical Research pada tahun 2001 menyatakan bahwa  menerapkan madu yang telah diencerkan dengan air hangat pada daerah kulit kepala, dapat membantu mengatasi rasa gatal yang terjadi akibat timbulnya ketombe serta kerontokan pada rambut. Sifat antibakteri dan antijamur yang terdapat dalam madu juga dapat mengatasi gangguan dermatitis seboroik. Sifat anti-inflamasi dalam madu dapat mengatasi kemerahan dan rasa gatal-gatal pada kulit kepala.
16.  Menyembuhkan luka bakar
Sifat  antibiotik alami yang terdapat dalam madu mampu dalam berbagai macam pengobatan baik internal maupun eksternal. Madu dapat digunakan sebagai pengobatan konvensional untuk luka dan luka bakar sebagai  desinfektan luka. Menurut Dr Diane Radford, seorang ahli onkologi bedah payudara di St Louis, Mo, mengatakan bahwa madu memiliki sifat antibakteri untuk penyembuhan luka.
17.  Perawatan kecantikan
Madu merupakan bahan dasar pembuatan kosmetik sejak bertahun-tahun lamanya. Selain teksturnya yang lembut, madu juga mengandung berbagai macam nutrisi seperti vitamin, mineral, antioksidan, serta potasium. Kandungan nutrisi-nutrisi tersebut dimanfaatkan dalam pembuatan berbagai macam produk kosmetik seperti pelembab, penyegar, maupun masker.


BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
1.      Lebah madu adalah serangga sosial yang termasuk dalam ordo Hymenoptera yang artinya “sayap bening”. Dalam ordo ini terdapat 100.000 spesies serangga, termasuk lebah, tawon, semut dan rayap, famili Apidae merupakan jenis lebah penghasil madu sejati yang paling produktif adalah lebah madu genus Apis. Sedangkan untuk struktur morfologi yang terdapat pada lebah madu diantaranya kepala (caput), dada (thorax) dan perut (abdomen) dan struktur anatomi Apis melifra meliputi sistem pencernaan, sistem penginderaan, dan sistem reproduksi.
2.      Lebah madu hidup di hutan, goa-goa, tebing-tebing, pohon, atap rumah. Bahkan jika untuk para peternak lebah, ia menggunakan stup sebagai habitat lebah itu sendiri. Sedangkan, lebah madu termasuk hewan yang mengalami siklus hidup atau bermetamorfosis lengkap ("holometabola") sehingga terdapat empat tahap bentuk kehidupan yaitu telur, larva, pupa, kemudian imago (lebah dewasa).
3.      Lebah berperan penting terhadap kehidupan manusia, hewan, dan tanaman, serta ditinjau dari Al-Qur’an terdapart surah an-Nahl yang artinya lebah. Seperti yang terdapat pada QS.an-Nahl ayat 5, 68, 69 dan QS. Yasiin ayat 72 dan 73 dijelaskan bahwa lebah akan kaya manfaat diantaranya madu dan lain sebagainya tetapi disisi lain harus bisa mensyukuri hal tersebut karena segala sesuatu datang dari yang menciptakan-Nya.


SiteMap : Pengertian, Fungsi dan Cara Membuat Sitemap

Pengertian Sitemap adalah salah satu alat bantu untuk para webmaster yang mempermudah dalam pengenalan peta situs di dalam website. Den...