Tuesday, 28 August 2018

Contoh sinopsis novel "Mimpi yang Tertukar"


Sinopsis
“ Mimpi yang Tertukar”

            Pada suatu hari di toko ayam milik Nenek tua ada seorang gadis cantik yang sedang memotong bawang, membantu neneknya. Dia adalah Jesi gadis ceria yang memiliki mimpi menjadi seorang guru. Jesi tinggal bersama neneknya, orang tuanya meninggal sejak ia masih berusia lima tahun. Setiap hari setelah ia membantu neneknya Jesi langsung pergi ke sekolah bersama Riki, dia adalah teman sejak kecil Jesi yang selalu menemaninya.
            Pukul tujuh pagi suara bel sekolah mengheningkan suasana kelas yang gaduh. Jesi duduk di sebuah bangku dekat jendela dengan teman sebangku Meidi. Dia adalah sahabat baik Jesi yang pandai bernyanyi dan bermain musik. Di suatu ketika Meidi mengajak Jesi untuk mengikuti audisi bernyanyi masuk perusahaan musik yang nantinya menjadi idol. Dalam audisi itu juri memutuskan hanya satu yang lolos diantara Jesi dan Meidi. Dan akhirnya juri memutuskan Jesi lah yang lolos. Meidi merasa kecewa karena malah Jesi yang diterima. Pershabataan mereka menjadi rapuh gara-gara hal tersebut. Jesi merasa bersalah kepada Meidi.
            Pagi hari disekolah Meidi yang biasanya menyapa Jesi sekarang hanya duduk dan langsung memakai earphonenya tanpa melihat Jesi sedikitpun. Riki yang melihat situasi itu langsung menghampiri mereka berdua, tapi Meidi malah pergi meninggalkan Jesi dan Riki.
            “Kenapa, ada masalah?” tanya Riki.
            Jesi pun menceritakan semua apa yang terjadi diantara mereka berdua. Disisilain Meidi pergi keatap sekolah, ia pun tak tahan menahan air matanya iapun menagis. Tak sadar disudut atap sekolah ada seorang laki-laki yang sedang berbaring menatap langit. Dia merasa terganggu dengan suara tangisan itu dan menghampiri Meidi. “Hey berisik tau, kalau mau bunuh diri bukan disini tempatnya!” Meidi pun terkejut dan langsung mengusap air matanya. Dan pergi meninggal Jaksen. Jaksen pun merasa aneh dengan tingkah laku Meidi.
            Satu bulan berlalu Jesi dan Meidi masih saling diam, tidak seperti biasanya. Di suatu ketika dikelas jam istirahat pun tiba.  Jesi merasa tak tahan dengan suasana yang saling canggung dan marah-marahan itu dia berdiri dan melepas earphone yang dipakai Meidi dan berkata “Mei, aku gak tahan kamu terus-terusan kaya gini, aku tau aku salah tapi ini sudah hampir satu bulan kita diem-dieman kaya gini, maafin aku Mei, maaf!” Meidi terdiam sejenak mendengar pernyataan Jesi dan kemudian Meidi berdiri dan langsung berbicara.
            “Maaf? gak cukup kata maaf, tau diri dong kamu udah ngerusak mimpi aku, kamu rebut mimpi aku, aku benci sama kamu!” Meidi yang tidak tahan dan akhirnya pergi meninggalkan kelas.
            “Jesi!” suara Riki berteriak memaggil Jesi yang sedang menagis. Riki heran dengan yang telah terjadi.
            “Kamu harus kerumah sakit!. Nenek kamu pingsan!” Jesi yang menangis langsung pergi ke rumah sakit bersama Riki. Nenek Jesi mengalami serangan jantung dan dilarikan kerumah sakit. Jesi semakin sedih dan tak percaya dengan apa yang sedang terjadi.
            Kini disaat nenek jesi dirawat, Jesi menjadi murung dan jarang sekolah dan pergi berlatih. Dia harus mengurus neneknya dirumah sakit.
            Sore hari Jesi pergi ke toko ayam neneknya untuk melihat-lihat sambil membersihkan toko. “Tengg..!” terdengar suara lonceng pintu terbuka. “Maaf toko ini sedang tutup!” Jesi pun berbalik dan kaget ternyatanya yang datang adalah Jaksen. Dia adalah teman latihannya dan sekaligus teman sekelas. Dia mencoba menghibur Jesi dengan mendengarkan musik yang sering mereka nyanyikan. “ Tetaplah berlatih Jesi!”  sahut Jaksen. Diluar toko terlihat Meidi yang sedang menatap Jesi dan Jaksen. Meidi yang ingin melihat keadaan Jesi, ia merasa menyesal dengan apa yang ia perbuat. Kemuadian terdengar suara dering handphone Jesi dan ternyata Riki yang menelpon dan memberi kabar buruk. Jesi dan Jaksen langsung pergi ke rumah sakit. Melihat hal tersebut Meidi langsung mengikuti mereka.
            Di rumah sakit dengan suasana tegang dokter berusaha untuk menyelamatkan nyawa nenek Jesi tetapi takdir berkata lain, nenek Jesi meninggal dunia. Jesi menangis tersede-sedu dan teman-temannya pun ikut turut bersedih dan mencoba menenangkan Jesi.
            Kini Jesi hanya tinggal sendirian dan tak tahu harus bagaimana. Dua hari berlalu sejak kepergian nenek Jesi. Jesi tidak sekolah dan masih merasa sedih. “Tok tok tok, Jesi?” seseorang menghampiri Jesi.  
            “Meidi!” sahut Jesi dengan mata bengkak dan kaget. Meidi langsung memeluk Jesi dan menangis, “Maafkan aku Jes.”Meidi meminta maaf kepada Jesi, Meidi merasa bersalah telah membuat Jesi sedih, “Maafkan aku juga!” Jesi menagis. Mereka saling maaf memaafkan. Merekapun baikan dan memutar lagu. Meidi menceritakan bahwa dia akan ikut seleksi masuk perguruan tinggi dan melupakan mimpinya menjadi penyanyi. Kemudian suasana semakin hangat dengan datangnya Riki membawa makanan ditangannya.
            


*mohon maaf apabila ada kesalahan kalimat, kata, dan tanda baca. 

No comments:

Post a Comment

SiteMap : Pengertian, Fungsi dan Cara Membuat Sitemap

Pengertian Sitemap adalah salah satu alat bantu untuk para webmaster yang mempermudah dalam pengenalan peta situs di dalam website. Den...